Bukan Sirene, RT di Gandaria Gunakan Imbauan Betawi untuk Jaga Warga

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi siskamling. Foto: Antara

Di sebuah gang di kawasan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, warga RT 11 RW 7 mengembangkan sistem keamanan lingkungan dengan memadukan teknologi dan pendekatan budaya.

Ketua RT 11 Imam Basori mengatakan, lingkungan tersebut telah lebih dulu menerapkan berbagai inovasi berbasis teknologi, seperti e-Gate 11 untuk akses keluar-masuk, GPS untuk kendaraan warga, CCTV yang terhubung ke ponsel, hingga panic button di sejumlah titik.

“Suara Malam” Jadi Pendekatan Baru

Di antara sistem digital tersebut, warga juga menghadirkan pendekatan yang lebih sederhana melalui imbauan malam hari.

Setiap pukul 22.00 WIB, pengeras suara di sudut gang menyampaikan pesan dengan logat Betawi yang mengingatkan warga untuk beristirahat sekaligus tetap waspada. Warga menyebutnya sebagai “suara malam”.

“Ini bukan sekadar pengumuman, tapi pendekatan rasa. Biar warga merasa dijaga, bukan diawasi,” ujar Imam dalam keterangannya yang diterima kumparan, Selasa (5/5).

Gang Venus di Kawasan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (29/11). Foto: Rayyan/Kumparan

Dibiayai Dana Operasional RT

Imam menjelaskan, seluruh sistem keamanan tersebut dibangun dari dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta per bulan.

Dana tersebut dikelola secara transparan dan digunakan untuk berbagai kebutuhan bersama, mulai dari infrastruktur keamanan hingga integrasi sistem.

Menurutnya, transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan warga sehingga mereka ikut terlibat dalam sistem keamanan lingkungan.

Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock

Dapat Perhatian Kepolisian

Inovasi ini juga menarik perhatian Binmas Polda Metro Jaya. Kompol Susanto turun langsung meninjau lokasi.

“Awalnya kami kira ini hanya viral. Tapi ternyata ini sistem nyata yang berjalan efektif. Ini bisa jadi role model bagi RT lain,” ujarnya.

Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan program Jaga Jakarta Plus yang menekankan keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

Kekuatan pada Partisipasi Warga

Di balik penggunaan teknologi, Imam menilai kekuatan utama sistem ini terletak pada partisipasi warga.

Keterbukaan pengelolaan dana, keterlibatan warga, serta kedekatan sosial menjadi faktor yang mendukung efektivitas sistem keamanan di lingkungan tersebut.