Badan Industri Mineral bahas pengembangan logam tanah jarang di Mamuju

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Industri Mineral (BIM) membahas pengembangan tambang logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) yang berlokasi di Mamuju, Sulawesi Barat.

“Pembahasan ini … Mamuju. Inilah, pengembangan seperti apa untuk rare earth element, kira-kira gitu,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno ketika dijumpai di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa.

Berdasarkan pantauan ANTARA di Kantor BP BUMN, rapat dihadiri oleh Ketua Dewan Pengarah BIM sekaligus Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, anggota Dewan Pengarah BIM sekaligus Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala BIM sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Sigit Puji Santosa.

Tri Winarno menghadiri rapat tersebut untuk mewakili anggota Dewan Pengarah BIM sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.

Tri menyampaikan tidak ada pembahasan lain selain logam tanah jarang dalam rapat tersebut.

“Bukan (bahas ground breaking hilirisasi). Bahas logam tanah jarang,” ucap Tri.

BIM bertugas melaksanakan dukungan untuk mempercepat riset dan pengembangan guna meningkatkan nilai tambah dari mineral strategis.

Mineral strategis yang dimaksud adalah jenis mineral yang memiliki peranan vital bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi, mencakup mineral radioaktif, logam tanah jarang, dan mineral lainnya. Pengelolaannya berlaku baik untuk mineral yang menjadi produk utama maupun produk ikutan dari sebuah kegiatan penambangan.

Kementerian Transmigrasi membuka potensi memanfaatkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk tambang batu bara hingga logam tanah jarang (LTJ), dalam rangka menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan,” ujar Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta, Senin (4/5).

Iftitah menjelaskan bahwa saat ini, Kementerian Transmigrasi sedang betul-betul fokus untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat yang berpindah ke wilayah tersebut bisa merasa betah sebab memiliki pekerjaan.

Baca juga: Kementrans buka potensi pakai lahan untuk tambang batu bara dan LTJ

Baca juga: Tantangan riset logam tanah jarang bagi Indonesia

Baca juga: Anggota DPR: Peta jalan nasional logam tanah jarang perkuat industri

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.