Bahlil Lahadalia Tanggapi Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Tangerang

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melontarkan candaan kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dalam pembukaan IPA Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Aksi tersebut menanggapi sorotan publik yang sedang ramai diarahkan kepada sang kepala daerah, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui tayangan YouTube Kementerian ESDM pada Kamis, 21 Mei 2026.

Awalnya, apresiasi disampaikan oleh Bahlil atas penemuan blok gas baru di wilayah Kalimantan Timur yang dikelola oleh perusahaan ENI dan Petronas.

"Apresiasi kepada ENI yang baru mengumumkan untuk mendapatkan blok baru di Kalimantan Timur dengan 5 TCF gas dan bisa menghasilkan 200.000 kondensat ekuivalen dengan 200.000 barel, kalau tidak salah Pak Joko ya, dan itu akan mulai produksi di 2028-2029," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Langkah penemuan cadangan gas tersebut dinilai sebagai sebuah kemajuan baru yang berdampak langsung pada daerah kepemimpinan Rudy Mas'ud.

"Ini adalah sebuah langkah baru. Ini gubernurnya nih, ada gubernurnya. Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral," canda Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Ia kemudian menambahkan pandangannya mengenai konsekuensi menjadi seorang pejabat publik yang kerap menjadi pusat perhatian publik beserta dinamikanya.

"Yang lagi viral. Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati. Nah, dengan kata lain harus kita olah-olah sedikit, kira-kira begitu," sambung Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Dukungan moral juga diberikan kepada Rudy yang menjabat sebagai Ketua Golkar agar tetap teguh menghadapi berbagai kritik.

"Nggak apa-apalah, kamu Ketua Golkar kok, nggak apa-apa. Jadi nggak ada itu kita mundur-mundur," tutur Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Kebijakan Rudy Mas'ud belakangan ini memicu demonstrasi dan kemarahan masyarakat akibat penganggaran renovasi rumah dinas sebesar Rp 25 miliar serta pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar yang kini telah dikembalikan.