Bakom Tak Boleh Pinggirkan Media Arus Utama

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Sudarmanto mengingatkan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari dalam menjalankan komunikasi publik, agar jangan hanya mengejar viralitas dan engagement. 

Pasalnya, dari puluhan media yang digandeng, media yang tersertifikasi Dewan Pers sangat minim. Bahkan media pemerintah, seperti TVRI, RRI, dan Antara, tidak dilibatkan.

"Karena negara tetap membutuhkan ruang informasi yang sehat dan kritis," kata Sudarmanto kepada RMOL, Jumat 8 Mei 2026.

Menurut Sudarmanto yang juga pengurus harian PWI Jaya ini, media arus utama tetap penting karena bekerja dengan verifikasi, kode etik, dan prinsip cover both sides. 

"Posisi media arus utama penting karena menjadi penjernih disinformasi di ruang maya yang acapkali mengabaikan etika," kata Sudarmanto.

Ia menekankan bahwa media arus utama berbeda dengan banyak platform digital yang logikanya lebih ke atensi publik.

"New Media boleh dirangkul, tapi jangan sampai media profesional dan tersertifikasi Dewan Pers justru dipinggirkan," kata Sudarmanto.

Ia menambahkan, saat ini yang dibutuhkan sebenarnya keseimbangan, komunikasi pemerintah bisa adaptif secara digital, tapi tetap menjaga kualitas informasi dan independensi pers.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memperkenalkan Indonesia New Media Forum sebagai wadah berhimpunnya pelaku homeless media atau media berbasis platform digital seperti Instagram, TikTok, dan X yang berkembang tanpa struktur media konvensional.

Namun setelah pengumuman tersebut, sejumlah media yang disebut tergabung justru ramai-ramai membantah memiliki afiliasi maupun kesepakatan kemitraan dengan pemerintah.rmol news logo article