Gedung Senat Filipina diliputi ketegangan hebat setelah belasan tembakan meletus saat personel marinir dan kepolisian berupaya mengamankan Senator Ronald Dela Rosa. Upaya penangkapan terhadap mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina tersebut memicu situasi mencekam di pusat legislatif negara itu.
Seperti dilansir dari Detikcom, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah merilis surat perintah penangkapan terhadap sosok yang akrab disapa Bato tersebut. ICC menuduh Dela Rosa terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan massal.
Rekam jejak Dela Rosa tercatat memimpin kepolisian pada 2016 hingga 2018, masa di mana perang narkoba agresif diluncurkan oleh mantan Presiden Rodrigo Duterte. Operasi skala besar itu dilaporkan telah menewaskan ribuan orang yang diduga sebagai pengguna dan pengedar kelas teri.
Rodrigo Duterte sendiri sudah lebih dulu diringkus pada Maret tahun lalu dan saat ini mendekam di Den Haag, Belanda, untuk menjalani proses hukum. Sementara itu, Dela Rosa sempat menghilang dari radar publik sejak November sebelum akhirnya muncul di Senat pada Senin (11/5).
"I memohon kepada Anda. Saya harap Anda dapat membantu saya. Jangan biarkan warga Filipina lainnya dibawa ke Den Haag," kata Dela Rosa dalam sebuah video yang diunggah di Facebook pada hari Rabu.
Konfrontasi fisik pecah ketika pasukan keamanan dengan perlengkapan tempur lengkap mencoba merangsek masuk ke dalam gedung. Jurnalis Al Jazeera, Jamela Alindogan, melaporkan adanya sekitar 15 kali letusan senjata yang memaksa petugas dan warga di lokasi untuk mundur serta melakukan evakuasi.
Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, memberikan penjelasan bahwa pengawal Senat sempat melepaskan tembakan peringatan. Hal ini dilakukan karena adanya sejumlah pria bersenjata yang tidak teridentifikasi mencoba mendaki tangga gedung tersebut.
Meskipun situasi sempat memanas, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa baku tembak tersebut. Para senator yang berada di lokasi segera membentengi diri di dalam ruang kerja masing-masing untuk menghindari peluru nyasar.
Brigadir Jenderal Randulf Tuano selaku juru bicara Kepolisian Nasional Filipina menyatakan bahwa satu tersangka telah diamankan di lantai dua gedung. Dari tangan pria tersebut, petugas menyita sejumlah amunisi dan kini tengah melakukan pemeriksaan residu tembakan.
Ketegangan mereda setelah Presiden Senat Filipina, Alan Peter Cayetano, mengumumkan bahwa Dela Rosa sudah tidak berada di area gedung legislatif. Informasi kepergian Dela Rosa dikonfirmasi melalui pesan singkat dari istri sang senator kepada Cayetano.
Hingga saat ini, lokasi keberadaan terbaru Dela Rosa masih menjadi misteri. Cayetano secara tegas membantah adanya tudingan yang menyebutkan bahwa pihak pimpinan Senat membantu pelarian sang senator dari kejaran agen pemerintah.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·