Banjir Bandang Rendam Puluhan Rumah di Mande Cianjur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Banjir bandang merendam puluhan rumah di Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam pada Jumat (1/5) sore. Bencana yang dipicu luapan sungai ini mengakibatkan puluhan warga mengungsi dan satu bangunan rumah mengalami kerusakan serius.

Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 1,5 meter dengan arus yang sangat kuat saat menjelang petang. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, pendangkalan sungai di sekitar pemukiman warga diduga menjadi penyebab utama air meluap ke rumah penduduk dalam dua hari terakhir.

Kepala Desa Jamali Cece Rusmana menjelaskan bahwa debit air mulai meningkat sejak sore hari sebelum mencapai puncaknya pada waktu magrib.

"Luapan sungainya sudah sejak sore hari. Awalnya ketinggian air hanya 30 centimeter. Tapi menjelang magrib, ketinggiannya terus naik," kata Cece Rusmana, Jumat (1/5/2036).

Bencana ini berdampak pada 35 unit rumah dan memaksa lebih dari 60 kepala keluarga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka demi keamanan. Cece menyebutkan terdapat satu rumah yang mengalami kerusakan berat pada bagian struktur bangunan.

"Yang terendam 35 rumah. Tapi yang rusak parah ada satu rumah. Bagian belakang rumahnya jebol dan barang berharganya habis terbawa banjir. Sementara warga yang rumahnya terendam diungsikan," kata Cece.

Banjir ini tercatat sebagai kejadian berturut-turut dalam dua hari terakhir di lokasi yang sebelumnya dikenal aman dari bencana banjir selama puluhan tahun.

"Sebenarnya sudah puluhan tahun di sini aman dari banjir. Tapi kemarin dan hari ini terjadi banjir bandang. Penyebabnya sungai di dekat pemukiman mengalami pendangkalan," ujar Cece.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi menyatakan bahwa personel gabungan lintas instansi telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat pascabanjir.

"Tim gabungan sudah di lokasi. Banjir perlahan surut sehingga kini sudah mulai bisa dilakukan pembersihan dari material lumpur," katanya.

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan tim medis untuk memantau kondisi fisik para pengungsi yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

"Tim Nakes langsung memeriksa kondisi kesehatan warga, karena ada yang mengeluhkan sakit dan dampak lain dari banjir. Jadi langsung ditangani agar tidak bertambah parah kondisi kesehatannya," ujar AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Selain memberikan bantuan pangan, kepolisian berencana melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

"Diduga penyebabnya terjadi pendangkalan sungai, sehingga kami akan bersama-sama melakukan pengerukan, supaya sungai kembali normal ketika terjadi peningkatan volume saat hujan," kata Alexander.

Ketua PMI Cianjur Ahmad Fikri menambahkan bahwa belasan relawan juga dikonsentrasikan untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa material banjir yang masuk ke dalam rumah.

"Relawan PMI mulai melakukan pembersihan di titik yang mulai surut. Agar masyarakat bisa segera kembali ke rumahnya. Kami juga berikan bantuan logistik untuk masyarakat," pungkasnya.