Bank Indonesia Perluas Jangkauan QRIS Antarnegara ke Tiga Negara Baru

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Bank Indonesia (BI) akan memperluas jangkauan sistem pembayaran digital QRIS Antarnegara ke India, Hongkong, dan Timor Leste pada Rabu (20/5/2026) demi merealisasikan target penggunaan di delapan negara pada tahun ini.

Langkah ekspansi ini dilakukan setelah sistem pembayaran digital tersebut sukses terintegrasi di enam negara pendahulu, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China, seperti dilansir dari Money.

"Kita juga akan memperluas kerja sama QRIS Crossborder. Mungkin di tahun 2026 ini kita akan menargetkan dengan India, dengan Hongkong, dan juga dengan Timor Leste," ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta saat konferensi pers virtual, Rabu (20/5/2026).

Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa grafik volume transaksi QRIS Antarnegara terus menunjukkan tren positif, baik dari aktivitas belanja masyarakat Indonesia di luar negeri maupun pelancong asing di tanah air.

"Saat ini sudah terhubung dengan enam negara dan baik transaksi QRIS inbound maupun outbound itu menunjukkan peningkatan," kata Filianingsih Hendarta.

Berdasarkan data otoritas moneter, akumulasi nilai transaksi QRIS Antarnegara dari turis asing yang berbelanja di Indonesia telah menembus angka Rp2,28 triliun sejak sistem digital ini pertama kali diluncurkan.

Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada instrumen QRIS dalam negeri, di mana nilai transaksi domestik kini telah menyentuh Rp7,83 miliar dari target total tahunan yang ditetapkan sebesar Rp17 milar.

Sektor pendukung di dalam negeri mencatat ekspansi berupa penambahan jumlah pengguna yang kini mencapai 63 juta orang dari target 70 juta, serta kesiapan 45,3 juta merchant dari target 47 juta merchant.

Akselerasi adopsi QRIS, baik untuk skala domestik maupun lintas batas negara, ditempatkan sebagai pilar strategis dalam menyokong laju pertumbuhan ekonomi nasional lewat kemudahan akses keuangan sektor informal.

"Ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan digital ekonomi dan financial inclusion ingin menjangkau minimal 66 persen UMKM karena kita tahu UMKM ini menyumbang sekitar 61 persen dari PDB," tutur Filianingsih Hendarta.

Melalui implementasi strategi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperlebar cakupan ekosistem QRIS ke depan melalui penambahan basis pengguna maupun merchant di dalam dan luar negeri.