Bank Mandiri Kelola Dana Pemerintah untuk Genjot Kredit Sektor Riil

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengoptimalkan penempatan dana pemerintah untuk menjaga stabilitas likuiditas sekaligus mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor produktif pada kuartal I-2026. Langkah strategis ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui dukungan pendanaan pada industri padat karya dan UMKM.

Direktur Corporate Banking BMRI, Mochamad Rizaldi, menjelaskan bahwa pengelolaan dana tersebut dilakukan untuk memastikan transmisi likuiditas berjalan efektif di tengah dinamika ekonomi global. Kebijakan ini juga menjadi instrumen penting bagi perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan secara berkelanjutan.

"Dana itu kami kelola secara prudent dan produktif dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku serta kebutuhan likuiditas bank," kata Rizaldi dalam Paparan Kinerja Kuartal I 2026, Selasa (21/4/2026).

Manajemen mengarahkan pembiayaan tersebut ke sejumlah bidang strategis yang memiliki dampak berganda besar terhadap perekonomian. Fokus utama mencakup ketahanan pangan, energi terbarukan, layanan kesehatan, hingga hilirisasi sumber daya alam dan sektor manufaktur.

Perseroan mencatat bahwa penggunaan dana pemerintah yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ini membantu menekan biaya dana (cost of fund). Hal tersebut dikarenakan tingkat biaya dari penempatan pemerintah cenderung lebih rendah dibandingkan harga pasar rata-rata.

Berdasarkan data kinerja sebelumnya, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit dari dana penempatan pemerintah mencapai Rp55 triliun atau setara 74 persen hingga posisi 30 September 2025. Penyaluran ini telah menyasar lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis nasional, terutama pada segmen berorientasi ekspor untuk memperkuat daya saing ekonomi global.