Bank of Japan (BOJ) diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan pada kuartal ini guna merespons lonjakan inflasi yang dipicu oleh konflik Timur Tengah. Berdasarkan survei Reuters pada 7 hingga 14 April 2026, mayoritas ekonom memperkirakan langkah pengetatan kebijakan moneter tersebut akan terjadi paling lambat pada Juni mendatang.
Hasil jajak pendapat menunjukkan sebanyak 65 persen ekonom, atau 46 dari 71 responden, memproyeksikan suku bunga kebijakan akan menyentuh angka 1,00 persen pada akhir Juni. Angka ini meningkat dibandingkan hasil survei pada Maret sebesar 60 persen dan Februari sebesar 58 persen.
Ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 telah memperkuat ekspektasi hawkish di pasar. Konflik tersebut dikhawatirkan memicu kenaikan harga energi, tekanan inflasi baru, serta memperparah pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Kepala Strategis T\&D Asset Management, Hiroshi Namioka, menilai kenaikan bunga pada akhir April sangat mungkin terjadi karena pembuat kebijakan khawatir tertinggal dalam mengantisipasi situasi. Pelemahan yen sekitar 2 persen sejak perang dimulai menjadi dasar kuat untuk melakukan tindakan lebih awal.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Junki Iwahashi, ekonom senior di Sumitomo Mitsui Trust Bank, yang memprediksi BOJ baru akan bergerak pada Juni mendatang. Ia menilai kondisi geopolitik yang memburuk menciptakan dilema bagi bank sentral.
"Sementara lonjakan harga minyak mentah yang disebabkan oleh memburuknya kondisi di Timur Tengah akan mendorong inflasi untuk sementara melalui tekanan kenaikan biaya, hal itu juga akan membebani ekonomi, membuat keputusan kenaikan suku bunga menjadi sulit," ujar Junki Iwahashi, Senior Ekonom Sumitomo Mitsui Trust Bank.
Iwahashi menambahkan bahwa otoritas moneter Jepang memerlukan observasi lebih lanjut terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh ketidakpastian global tersebut.
"BOJ akan menginginkan sedikit lebih banyak waktu untuk menilai situasinya," kata Junki Iwahashi.
Data survei menunjukkan median prakiraan suku bunga akan naik menjadi 1,25 persen pada kuartal keempat tahun ini, lebih cepat dari estimasi sebelumnya. Suku bunga Jepang saat ini berada di level 0,75 persen, yang dinilai masih di bawah tingkat netral sehingga berisiko memicu pemanasan ekonomi.
Sekitar 62 persen responden menyatakan perang Iran akan meningkatkan indeks harga konsumen (IHK) inti Jepang sebesar 0,2 hingga 0,4 poin persentase secara kumulatif dalam 12 bulan ke depan. Meskipun risiko stagflasi dinilai rendah, proyeksi pertumbuhan PDB tahunan untuk kuartal kedua dipangkas drastis menjadi 0,4 persen dari sebelumnya 1,1 persen.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·