Bappenas tekankan pembangunan ekosistem logistik yang terintegrasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pembangunan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi.

“Jadi, konektivitas kita itu pelabuhan. Ketika ide national logistic ecosystem disampaikan, hal tersebut memang perlu diwujudkan. Tantangannya adalah bagaimana membangun national logistic ecosystem sedemikian rupa, sehingga logistik tidak hanya berfokus pada angkutan atau pelabuhan, maupun sekadar menurunkan biaya transportasi, tetapi juga mampu menjaga kedaulatan negara,” katanya saat menerima audiensi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Achmad Muchtasyar, dikutip dari keterangan resmi Bappenas di Jakarta, Rabu.

Dalam pertemuan tersebut, Rachmat Pambudy menegaskan Indonesia merupakan negara dengan banyak selat. Dalam konteks itu, pelabuhan menjadi bagian utama untuk menjaga kedaulatan, sekaligus menghubungkan antarwilayah.

Selat Malaka sebagai jalur maritim global yang sangat padat disebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengembangkan pelabuhan transshipment. Namun, saat ini Indonesia masih berperan sebagai gateway port dan belum masuk dalam jaringan hub global yang didominasi pelabuhan negara tetangga.

Pihak Pelindo menyampaikan rencana pengembangan Dumai Transshipment Hub secara bertahap dengan target operasional awal pada 2030. Dumai dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai hub, didukung oleh ketersediaan lahan dan posisi geografis.

Terkait usulan Dumai Transshipment Hub sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Menteri PPN menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkaji kesesuaiannya dengan kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, termasuk pemenuhan kriteria PSN sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 4 Tahun 2025.

“Selain itu, diperlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menyepakati diferensiasi fungsi antar pelabuhan kandidat seperti Dumai, Batam, dan Kuala Tanjung, sehingga dapat menghindari potensi duplikasi peran dan over-investment,” kata Kepala Bappenas.

Baca juga: Kemenhub minta Pelindo kembangkan pelabuhan di Ketapang-Gilimanuk

Baca juga: Menteri PPN sebut pelabuhan terpadu entaskan Maluku dari kemiskinan

Baca juga: Kemenhub revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa di Natuna

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.