Barcelona Ajukan Keluhan Baru ke UEFA Terkait Kepemimpinan Wasit

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Presiden FC Barcelona Joan Laporta mengonfirmasi pada Rabu, 15 April 2026, bahwa klubnya akan mengajukan keluhan resmi baru kepada UEFA setelah tersingkir dari kompetisi Liga Champions.

Langkah ini diambil setelah badan sepak bola Eropa tersebut menyatakan protes awal Barcelona tidak dapat diterima. Pihak klub merasa sangat dirugikan oleh serangkaian keputusan wasit dalam laga melawan Atletico Madrid.

Kekecewaan manajemen Barcelona bermula dari kartu merah yang diterima Pau Cubarsi pada leg pertama setelah dianggap melanggar Julian Alvarez. Selain itu, klub juga menyoroti insiden handball Marc Pubill yang tidak membuahkan penalti.

Barcelona sebelumnya menuntut empat poin tindakan tegas kepada UEFA. Tuntutan tersebut meliputi akses rekaman komunikasi VAR serta skorsing bagi wasit Istvan Kovacs dan petugas VAR Christian Dingert.

Meski UEFA telah menolak laporan pertama melalui Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin, Laporta menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. Ia menilai terdapat banyak ketidakadilan yang menimpa timnya dalam dua pertemuan tersebut.

"Pada pertandingan leg pertama, Cubarsi sudah diusir dari lapangan, padahal itu kartu kuning, bukan merah. Pada pertandingan leg kedua, hal yang sama terjadi pada Eric," kata Joan Laporta, Presiden Barcelona dilansir dari Goal.com.

Laporta juga menambahkan bahwa gol Ferran Torres seharusnya sah dan Dani Olmo layak mendapatkan penalti. Menurut pengusaha Spanyol tersebut, pelanggaran terhadap Fermin Lopez dalam pertandingan tersebut juga tidak dapat diterima.

Hingga saat ini, posisi Barcelona masih berada di puncak klasemen LaLiga. Namun, kegagalan di kancah Eropa ini memicu tensi tinggi antara manajemen klub dengan otoritas wasit di bawah naungan UEFA.