Bau Busuk Sungai Thames Mendorong Modernisasi Sanitasi Kota London

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Kota London di Inggris pernah menghadapi masalah sanitasi hebat akibat bau kotoran manusia yang sangat menyengat. Aroma tidak sedap yang menguap dari Sungai Thames ini bahkan menembus hingga ke dalam Gedung Parlemen.

Peristiwa yang terjadi pada musim panas tahun 1858 tersebut menjadi titik balik penting. Sengatan bau busuk ini yang kemudian memicu perubahan besar hingga London berkembang menjadi kota yang jauh lebih bersih.

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, polusi udara akibat limbah manusia di Sungai Thames kala itu menyebar ke berbagai penjuru. Kondisi tersebut membuat para politisi yang tengah bersidang di dalam aula Gedung Parlemen Inggris merasa sangat tersiksa.

Sejumlah anggota parlemen bahkan memilih untuk mengungsi ke wilayah pedesaan demi menghindari bau tersebut. Mereka yang bertahan terpaksa memegang sapu tangan untuk menutupi hidung mereka dari kepungan aroma busuk.

Situasi tidak nyaman ini akhirnya mendesak para pembuat undang-undang untuk segera merumuskan regulasi kebersihan kota. Padahal, gelombang wabah penyakit mematikan seperti tifus dan disentri yang bersumber dari air sungai sebelumnya sempat abai dari perhatian serius mereka.

Dampak dari desakan tersebut membuat pemerintah setempat menyusun rencana besar untuk membangun sistem selokan modern. Proyek infrastruktur raksasa ini berhasil mengubah wajah London sekaligus meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara signifikan.

Pembangunan jaringan pembuangan limbah ini dipimpin oleh seorang insiyur teknik bernama Joseph Bazalgette. Joseph Bazalgette bertanggung jawab penuh dalam mengawasi jalannya konstruksi selokan raksasa yang dirancang memanjang sejajar dengan aliran sungai.

Sistem ini bekerja dengan cara mencegat air permukaan serta limbah cor, lalu mengalirkannya menuju muara di Barking pada sisi utara Sungai Thames dan wilayah Crossness. Saluran pembuangan gabungan ini mengalihkan air hujan dan kotoran ke area hilir, menjauhi pusat kota yang padat penduduk agar lebih mudah mengalir menuju laut.

Jaringan sanitasi baru ini mencakup 82 juta saluran pembuangan yang wujudnya menyerupai jalan raya bawah tanah. Ukuran struktur tersebut di beberapa titik bahkan tercatat lebih besar ketimbang terowongan kereta bawah tanah yang sedang dibangun pada masa itu.

Saluran air limbah ini dirancang memiliki kemiringan minimum dua kaki per mil guna menjaga aliran air tetap bergerak lancar. Berkat proyek tersebut, masalah bau menyengat di London berhasil teratasi dan fasilitas sanitasi kota terus mengalami pembenahan hingga dikenal sebagai kota modern yang bersih.