Baznas RI perkuat ketahanan pangan di Lombok Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lombok Timur (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menyatakan dana zakat yang dikelola diwujudkan dalam bentuk hamparan jagung di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagai amanah memakmurkan umat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Amanat uang umat ini tidak akan maksimal tanpa dukungan pemerintah daerah. Di Lombok Timur, dukungannya luar biasa, bahkan hingga proteksi BPJS Ketenagakerjaan bagi petani," kata Ketua Baznas Dr Ir H Sodik Mudjahid di Lombok Timur, Kamis.

Hal itu disampaikan saat acara panen raya jagung di lahan kering di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Ia menekankan bahwa kedaulatan pangan adalah napas kehidupan rakyat, selaras dengan visi nasional mengenai ketahanan pangan, air, dan energi.

"Kita punya sumber daya alam yang hebat. Jangan sampai kalah dari Thailand. Kita harus cemburu melihat jemaah haji di Arab Saudi makan produk pangan Thailand, padahal kita punya potensi besar di sini," katanya.

Ia mengatakan melalui program lumbung pangan ini, diharapkan para petani tidak hanya selamat dari hama dan penyakit, tetapi juga naik kelas secara ekonomi.

"Panen raya ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran, dipadukan dengan inovasi teknik pertanian, mampu menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan program ini bukan sekadar seremoni potong batang jagung, melainkan simbol kebangkitan ekonomi melalui sektor pertanian di lahan marginal.

"Dari total 113.000 hektare lahan kering, para petani di wilayah selatan seperti Jerowaru telah bertransformasi secara mandiri," katanya.

Ia mengatakan masyarakat Lombok Timur sangat luar biasa, mereka merelakan sebagian tanahnya untuk membangun ribuan embung tadah hujan secara swadaya.

"Di sana, mereka memelihara ikan, lalu airnya digunakan untuk menyiram jagung dan tembakau," ujar dia.

Ia mengatakan strategi ini terbukti ampuh, karena sektor pertanian kini mendominasi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Lombok Timur sebesar 27 persen.

Tak hanya itu, Bupati juga menegaskan komitmennya pada kesejahteraan petani melalui inovasi BPJS Ketenagakerjaan.

"Seluruh kelompok tani binaan, termasuk marbot dan guru ngaji, telah terlindungi jaminan sosial dengan nilai santunan kematian mencapai Rp106 juta hingga Rp260 juta," katanya.

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.