Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, pada 15 sampai 17 Oktober 2026.
Pertemuan tingkat tinggi ini akan mempertemukan para pemimpin agama, cendekiawan antaragama, perwakilan masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara dengan tema 'Interfaith Engagement for Policy Impact'.
“Perspektif keagamaan merupakan komponen integral dan selalu hadir dalam tantangan-tantangan ini, mencakup 84 persen populasi dunia yang menganut berbagai agama dan kepercayaan," ujar Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Forum tersebut bertepatan dengan kepresidenan Amerika Serikat di G20 dan mendahului KTT Pemimpin G20 pada 14-15 Desember 2026 di Miami.
Forum ini berfungsi sebagai jalur paralel dan pelengkap bagi KTT tersebut, memungkinkan suara-suara keagamaan untuk didengar di jantung diskusi yang membentuk agenda global.
Sesi pleno dan sidang komisi dalam Forum ini akan membahas tiga tema utama masa kini, antara lain Pertumbuhan Ekonomi untuk Kebaikan Bersama, Keamanan Energi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.
Kedua, AI dan Masa Depan Manusia. Ketiga, Keterlibatan Antar Agama dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.
“Topik lain termasuk krisis pangan global, kesehatan mental, isu tentang anak, pengungsi dan pengungsian paksa,” kata Abdelsalam.
Konselor Abdelsalam menjelaskan Majelis Hukama Muslimin juga sebelumnya turut menyelenggarakan Forum Antaragama G20 (IF20) tahun 2025 yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan, dari 10 hingga 14 Agustus 2025. Saat itu, tema yang diangkat adalah "Ubuntu in Action: Focusing on Marginalized Communities'.
Selama IF20 pada 2025, MHM menegaskan kembali kesediaannya untuk memperkuat kehadiran dan pengaruhnya di seluruh Afrika melalui inisiatif inovatif yang berfokus pada pembangunan perdamaian, pemberdayaan aktor keagamaan lokal, dan perluasan kemitraan dengan lembaga-lembaga regional melalui dialog, toleransi, dan hidup berdampingan.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·