PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan perolehan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 14,7 triliun pada kuartal I 2026 yang tumbuh 3,8 persen secara tahunan. Capaian tersebut dipengaruhi oleh momentum Ramadan dan Idul Fitri yang meningkatkan permintaan pembiayaan pada Februari hingga Maret.
Laporan keuangan tersebut menunjukkan kenaikan dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14,1 triliun. Kinerja ini juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,8 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV 2025 yang berada di angka Rp 14,1 triliun sebagaimana dilansir dari Money.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan rincian capaian perusahaan dalam pemaparan hasil kinerja kuartalan tersebut. Pendapatan operasional secara keseluruhan menyentuh angka Rp 27,8 triliun atau naik 3,3 persen secara tahunan.
"Total laba BCA dan entitas anak mencapai Rp 14,7 triliun," ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA dalam konferensi pers virtual, Kamis (23/4/2026).
Kenaikan laba perusahaan didorong oleh pendapatan nonbunga yang mencapai Rp 6,6 triliun atau melonjak 14,2 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 21,1 triliun dan pendapatan asuransi bersih menyumbang Rp 0,1 triliun bagi perseroan.
Penyaluran kredit total mencapai Rp 994 triliun dengan pertumbuhan 5,6 persen secara tahunan. Segmen produktif menjadi penopang utama dengan nilai Rp 760,2 triliun, sedangkan kredit UMKM tumbuh 12 persen menjadi Rp 146 triliun.
Hendra merinci bahwa portofolio kredit berkelanjutan mengalami peningkatan 10 persen menjadi Rp 258,4 triliun atau setara 26 persen dari total kredit. Sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 53,5 persen.
"Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden," ucap Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.
Biaya operasional perusahaan pada tiga bulan pertama tahun 2026 ini tercatat sebesar Rp 8,5 triliun. Angka beban tersebut hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1 persen dibandingkan tahun lalu.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·