BCA Salurkan Alat Deteksi Dini Preeklamsia di Garut Guna Cegah Stunting

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Bank Central Asia Tbk melalui program Bakti BCA menyalurkan bantuan perangkat deteksi dini preeklamsia ke Puskesmas Cisompet, Garut, Jawa Barat, pada Kamis (23/4/2026). Langkah tersebut diambil sebagai upaya sistematis dalam mendeteksi risiko kehamilan yang berkontribusi pada angka stunting di Indonesia.

Dilansir dari Money, bantuan yang diberikan mencakup paket alat kesehatan lengkap berupa USG, monitor pasien, tablet Android, hingga aplikasi Cexup. Teknologi ini memungkinkan tenaga medis melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil secara lebih akurat dan efisien untuk menekan risiko kelahiran prematur.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengungkapkan bahwa bantuan ini ditujukan untuk memfasilitasi identifikasi risiko kehamilan sejak awal. Selain penyerahan alat, BCA juga melibatkan 31 ibu hamil dari Klinik Bakti Medika Mangga Dua dalam kegiatan sosialisasi serta pemeriksaan deteksi dini preeklamsia secara langsung.

"Kami memberikan bantuan seperangkat alat deteksi dini preeklamsia, sebelumnya kami juga aktif dalam mendukung pencegahan stunting dalam beberapa tahun terakhir. Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan bisa menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia," ujar Widodo.

Upaya kolaboratif dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai target penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang saat ini masih tergolong tinggi di kawasan Asia Tenggara. BCA menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program keberlanjutan hidup ibu dan anak melalui berbagai inisiatif kesehatan masyarakat.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam isu stunting dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya seperti program 'Ayo Cegah Stunting' dan kemitraan strategis dalam program PASTI.

Dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, kolaborasi filantropi ini dilaporkan telah memberikan intervensi gizi kepada 6.070 anak di bawah usia dua tahun. Total komitmen donasi untuk percepatan penurunan angka stunting tersebut mencapai nilai 1 juta dollar AS hingga akhir tahun 2026.

"Pencegahan stunting perlu dimulai dari hulu, mulai dari remaja dan kesiapan keluarga, kesehatan ibu selama kehamilan, hingga tumbuh kembang anak. Kami berharap inisiatif dari BCA dapat memperkuat upaya pencegahan sejak awal kehamilan sekaligus meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan respons yang lebih cepat dan tepat" kata Hera.

Preeklamsia sendiri diidentifikasi sebagai gangguan kehamilan yang sering memicu kelahiran dengan berat badan rendah. Kondisi medis tersebut merupakan salah satu pemicu utama kegagalan pertumbuhan atau stunting pada anak dalam jangka panjang.