Jakarta (ANTARA) - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengungkapkan faktor usia hingga kondisi kesehatan personel harus menjadi perhatian agar tak ada lagi anggotanya yang meninggal karena kelelahan.
Satriadi menyebut, saat ini sebagian anggota bahkan telah berusia di atas 45 tahun, sehingga perlu perhatian dalam pengelolaan beban kerja.
“Memang tidak semua langsung dikaitkan dengan beban kerja, tapi kondisi kekurangan personel berpotensi memperberat tugas anggota di lapangan,” ungkap Satriadi di Jakarta, Sabtu.
Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk meringankan beban tersebut. Satpol PP DKI Jakarta mengusulkan penambahan jumlah personel dengan usia yang lebih muda sebagai langkah antisipasi ke depan.
Saat ini, total personel yang tersedia sekitar 5.000 orang, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 personel.
“Usulan tersebut telah disampaikan dan diharapkan dapat menjadi perhatian dalam pembahasan ke depan,” ujar Satriani.
Sebelumnya, Satriani sempat mengungkapkan beratnya beban kerja hingga minimnya sarana dan prasarana pendukung menjadi salah satu penyebab 35 anggotanya meninggal dalam kurun waktu satu tahun.
Baca juga: Satpol PP DKI usul penambahan personel
Dalam rapat bersama Komisi A DPRD di Gedung DPRD DKI, Satriadi juga memaparkan jumlah personel Satpol PP di tingkat kelurahan masih sangat terbatas, yakni sekitar tujuh hingga 10 orang.
Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan tugas yang harus dijalankan, mulai dari pengawasan hingga penertiban wilayah. Akibatnya, banyak anggota harus bekerja dalam durasi sangat panjang, bahkan hingga 36 jam.
Selain itu, Satriadi juga menyampaikan kepada para legislator terkait fasilitas pendukung seperti tempat istirahat yang masih minim. Padahal, anggota Satpol PP harus berjaga selama 24 jam di kantor kelurahan.
Oleh sebab itu saat ini banyak anggota Satpol PP yang terpaksa beristirahat di mushala atau lorong kantor karena tidak tersedia ruang istirahat yang memadai. Kondisi inilah yang dinilai berdampak pada kesehatan dan stamina petugas.
Akibat kelelahan, banyak anggota yang akhirnya mengalami tekanan darah tinggi. Hal itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap personel.
“Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua. Makanya kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu ia pun berharap DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi A, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana serta pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi bagi anggota Satpol PP.
Baca juga: Soal beban kerja berlebih, ini tanggapan Kasatpol PP Jakbar
Baca juga: Kasatpol PP DKI ungkap penyebab 35 anggotanya meninggal dalam setahun
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·