Beli Rumah Bekas? Jangan Abaikan 4 Hal Ini, PLN Ingatkan Risiko Listrik Bermasalah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PROKALTENG.CO – Membeli rumah bekas tak cukup hanya mengecek bangunan dan legalitas. Sistem kelistrikan justru jadi faktor krusial yang wajib diperiksa sejak awal. Jika diabaikan, risiko seperti korsleting hingga kebakaran bisa mengintai penghuni baru.

Selain menentukan kenyamanan, kondisi listrik rumah bekas juga berkaitan langsung dengan keselamatan jangka panjang. Karena itu, calon pembeli perlu memastikan instalasi listrik aman, tagihan bersih, hingga sambungan resmi sebelum memutuskan transaksi.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan listrik merupakan kebutuhan utama yang harus dipastikan keamanannya, terutama saat membeli rumah bekas.

“Selain kondisi bangunan dan legalitas, calon pembeli wajib mencermati sistem kelistrikan. Ini penting untuk menghindari gangguan maupun risiko di kemudian hari,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan memenuhi standar keselamatan. Calon pembeli bisa meminta bantuan instalatir untuk pengecekan, guna meminimalkan risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Kedua, periksa status tagihan listrik. Pastikan tidak ada tunggakan dari penghuni sebelumnya. Pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile.

Electronic money exchangers listing

Ketiga, cek kWh meter. Pastikan alat berfungsi normal dan tersegel dengan baik untuk menghindari indikasi pelanggaran penggunaan listrik.

Keempat, pastikan listrik berasal dari sambungan resmi PLN agar terhindar dari risiko pelanggaran.

“Kalau empat aspek ini aman, berarti kondisi kelistrikan rumah sudah layak dan siap digunakan,” tambah Iwan.

Setelah transaksi selesai, pembeli juga diimbau segera mengurus perubahan data kepemilikan listrik.

“Segera lakukan perubahan nama pelanggan di kantor PLN terdekat agar sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik. Dengan begitu, layanan ke depan bisa lebih optimal,” tutupnya. (tim)