Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2026 diprakirakan tetap kuat dalam kisaran 4,9-5,7 persen (yoy), didukung oleh permintaan domestik, sejalan dengan kebijakan pemerintah dan bank sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang bersinergi dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Selasa (5/5), ekonomi triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,39% (yoy).
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik.
Baca juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan ekonomi RI kuartal I ungguli negara G20
Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52 persen (yoy) didorong oleh aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H serta paket stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi.
Kemudian, konsumsi pemerintah tumbuh tinggi 21,81 persen (yoy) didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai melalui gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) dan belanja program prioritas Pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 6,28 persen (yoy) didorong oleh peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan.
Adapun investasi tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy) terutama didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta mesin dan perlengkapan.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 tertinggi selama 5 tahun terakhir
Sementara ekspor tumbuh sebesar 0,90 persen (yoy) sejalan dengan tetap baiknya permintaan beberapa mitra dagang utama dan peningkatan aktivitas pariwisata, termasuk wisatawan mancanegara.
Dari sisi lapangan usaha (LU), sebagian besar LU pada triwulan I 2026 tumbuh positif. LU industri pengolahan, LU perdagangan, serta LU pertanian sebagai kontributor utama pertumbuhan tumbuh baik seiring dengan peningkatan permintaan domestik dan permintaan eksternal yang tetap positif.
Selain itu, LU penyediaan akomodasi dan makan minum serta LU transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan yang tinggi seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Idul Fitri 1447 Hijriah dan aktivitas pariwisata, baik perjalanan wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Sedangkan dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Sulawesi, Jawa, Sumatera, Maluku dan Papua (Mapua), serta Kalimantan.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·