Seoul (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebutkan bahwa negara itu sedang meninjau proposal AS terkait Selat Hormuz, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip seperti kebebasan navigasi.
Kementerian itu menyebutkan bahwa pemerintah telah menjalin komunikasi yang erat dengan AS mengenai penggunaan jalur pelayaran utama yang stabil, termasuk Selat Hormuz, berkenaan dengan Project Freedom.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5) menyatakan bahwa AS akan mulai mengawal kapal-kapal untuk keluar dari Selat Hormuz pada Senin (4/5) pagi. Dia menyebut langkah yang dinamakan Project Freedom itu sebagai gerakan kemanusiaan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·