Tripoli (ANTARA) - Bank-bank komersial Libya pada Minggu (3/5) mulai mendistribusikan alokasi mata uang asing secara tunai kepada warga, menandai langkah pertama semacam itu dalam sekitar 13 tahun.
Berdasarkan langkah baru tersebut, warga diperbolehkan menerima uang tunai hingga 2.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.368) sebagai bagian dari alokasi valas tahunan mereka.
Langkah itu merupakan bagian dari strategi Central Bank of Libya, bank sentral negara tersebut, untuk mengatur akses terhadap valas dan meningkatkan ketersediaannya melalui saluran perbankan resmi, menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pengelolaan valas di negara tersebut.
Dengan strategi itu, warga menerima alokasi valas tahunan mereka di bawah program "tujuan pribadi". Berbeda dengan metode sebelumnya yang mengandalkan transfer atau kartu elektronik, dana tersebut kini disalurkan dalam bentuk tunai di loket-loket bank.
Bank sentral Libya sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan memasok valas ke bank-bank komersial, sekaligus menyerahkan tanggung jawab penuh atas transportasi dan keamanan kepada bank-bank komersial tersebut sesuai dengan standar keamanan keuangan dan perbankan yang berlaku.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·