Bikin Malu! Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Ini Minta Maaf

Sedang Trending 47 menit yang lalu

PROKALTENG.CO– Nama anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, menjadi sorotan publik setelah video dirinya bermain game sambil merokok saat rapat resmi viral di media sosial.

Video tersebut menuai kritik luas karena dinilai tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat ketika mengikuti forum resmi yang membahas pelayanan kesehatan masyarakat.

Menanggapi polemik yang berkembang, Syahri akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Jember hingga jajaran Partai Gerindra.

Dalam video klarifikasinya yang beredar pada Kamis, 14 Mei 2026, Syahri mengaku khilaf dan menyadari tindakannya telah mengecewakan banyak pihak.

“Saya dengan rendah hati meminta maaf, memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar,” kata Syahri.

Politikus muda itu juga mengaku siap menerima segala bentuk konsekuensi maupun sanksi dari partai dan DPRD Kabupaten Jember atas perbuatannya tersebut.

“Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf, semoga ini jadi pembelajaran dalam hidup saya. Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD Kabupaten Jember,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Syahri berjanji akan memperbaiki sikap dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang ketika mengikuti agenda resmi dewan.

Ia mengakui masih memiliki banyak kekurangan dan berharap polemik ini menjadi pelajaran penting dalam perjalanan hidup serta karier politiknya.

“Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan, semoga ke depannya ini tidak terulang lagi dalam hidup saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat Jember. Ini pembelajaran dalam hidup saya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Syahri tertangkap kamera sedang memainkan ponsel diduga untuk bermain game sambil merokok saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi D DPRD Jember pada Senin, 11 Mei 2026.

Rapat tersebut diketahui membahas persoalan layanan kesehatan yang menjadi perhatian publik di Kabupaten Jember.

Insiden itu langsung memicu reaksi keras masyarakat setelah cuplikan videonya menyebar luas di media sosial.

Ketua DPRD Jember Abdul Halim pun ikut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan anggota dewan tersebut.

“Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan,” kata Halim.

Tak hanya di internal DPRD, kasus ini juga mendapat perhatian dari Partai Gerindra.

Ketua Majelis Kehormatan Gerindra, Habiburokhman, memastikan Syahri akan dipanggil untuk menjalani sidang etik di tingkat pusat.

“Disidang hari Jumat di DPP di Mahkamah Partai,” ujar Habiburokhman.

Kasus ini pun menjadi pengingat keras bahwa perilaku pejabat publik di ruang sidang maupun forum resmi akan selalu menjadi perhatian masyarakat luas, terlebih di era media sosial yang serba cepat dan terbuka.

Di tengah derasnya sorotan publik, permintaan maaf yang disampaikan Syahri kini menjadi awal bagi dirinya untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat yang sempat tercoreng akibat tindakannya sendiri.(jpg)

PROKALTENG.CO– Nama anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, menjadi sorotan publik setelah video dirinya bermain game sambil merokok saat rapat resmi viral di media sosial.

Video tersebut menuai kritik luas karena dinilai tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat ketika mengikuti forum resmi yang membahas pelayanan kesehatan masyarakat.

Menanggapi polemik yang berkembang, Syahri akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Jember hingga jajaran Partai Gerindra.

Electronic money exchangers listing

Dalam video klarifikasinya yang beredar pada Kamis, 14 Mei 2026, Syahri mengaku khilaf dan menyadari tindakannya telah mengecewakan banyak pihak.

“Saya dengan rendah hati meminta maaf, memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar,” kata Syahri.

Politikus muda itu juga mengaku siap menerima segala bentuk konsekuensi maupun sanksi dari partai dan DPRD Kabupaten Jember atas perbuatannya tersebut.

“Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf, semoga ini jadi pembelajaran dalam hidup saya. Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD Kabupaten Jember,” ujarnya.

Syahri berjanji akan memperbaiki sikap dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang ketika mengikuti agenda resmi dewan.

Ia mengakui masih memiliki banyak kekurangan dan berharap polemik ini menjadi pelajaran penting dalam perjalanan hidup serta karier politiknya.

“Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan, semoga ke depannya ini tidak terulang lagi dalam hidup saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat Jember. Ini pembelajaran dalam hidup saya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Syahri tertangkap kamera sedang memainkan ponsel diduga untuk bermain game sambil merokok saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi D DPRD Jember pada Senin, 11 Mei 2026.

Rapat tersebut diketahui membahas persoalan layanan kesehatan yang menjadi perhatian publik di Kabupaten Jember.

Insiden itu langsung memicu reaksi keras masyarakat setelah cuplikan videonya menyebar luas di media sosial.

Ketua DPRD Jember Abdul Halim pun ikut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakan anggota dewan tersebut.

“Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan,” kata Halim.

Tak hanya di internal DPRD, kasus ini juga mendapat perhatian dari Partai Gerindra.

Ketua Majelis Kehormatan Gerindra, Habiburokhman, memastikan Syahri akan dipanggil untuk menjalani sidang etik di tingkat pusat.

“Disidang hari Jumat di DPP di Mahkamah Partai,” ujar Habiburokhman.

Kasus ini pun menjadi pengingat keras bahwa perilaku pejabat publik di ruang sidang maupun forum resmi akan selalu menjadi perhatian masyarakat luas, terlebih di era media sosial yang serba cepat dan terbuka.

Di tengah derasnya sorotan publik, permintaan maaf yang disampaikan Syahri kini menjadi awal bagi dirinya untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat yang sempat tercoreng akibat tindakannya sendiri.(jpg)