Kebijakan blokade energi pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah melumpuhkan kehidupan malam di Havana dan mengancam produksi cerutu Habanos di Kuba hingga April 2026. Tekanan diplomatik ini memicu pemadaman listrik massal serta penghentian operasional berbagai sektor jasa dan industri di seluruh pulau tersebut.
Data pemerintah menunjukkan penurunan drastis jumlah turis pada Februari 2026 menjadi 77.600 orang, merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 178.000 kunjungan. Sektor transportasi turut terdampak dengan penghentian penerbangan oleh maskapai internasional seperti Air France dan Air Canada akibat ketiadaan pasokan bahan bakar di bandara.
Akuntan berusia 41 tahun, Yusleydi Blanco, menggambarkan kesedihannya melihat kondisi jalanan ibu kota yang kini sepi dan gelap.
"I feel empty inside when I see my streets empty," kata Yusleydi Blanco.
Ia menambahkan bahwa kebahagiaan sulit dirasakan saat kondisi negaranya sedang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.
"I can’t be happy when my country is sad," ujar Yusleydi Blanco.
Krisis ini juga menyentuh aspek ekonomi paling dasar, di mana pasokan bensin kini dibatasi hanya 20 liter per kendaraan dengan waktu tunggu antrean mencapai berbulan-bulan. Petugas parkir bernama Dolores de la Caridad Mendez menilai situasi saat ini jauh lebih parah dibandingkan krisis ekonomi pasca-runtuhnya Uni Soviet.
"This is worse than the Special Period," kata Dolores de la Caridad Méndez, petugas parkir berusia 65 tahun.
Di sektor perdagangan kecil, pemilik kafe Entre Nos di Old Havana, Yeni Perez, menceritakan perjuangannya menghadapi ketiadaan pelanggan meski telah berupaya keras setiap hari.
"You wake up and you’re ready to conquer the world, saying, ‘Today I’ll sell more than ever,’" kata Yeni Pérez.
Kurangnya pengunjung membuat harapan para pengusaha untuk menjual barang dengan harga terjangkau menjadi pupus di tengah realitas ekonomi yang kian sulit.
"Then not a single client comes in and you go home devastated," ujar Yeni Pérez.
Kondisi ini menuntut ketahanan mental yang luar biasa dari seluruh masyarakat yang terdampak secara langsung oleh embargo tersebut.
"The next day, you say, ‘Let’s give it another chance.’ It’s a time that’s testing everyone’s stamina," kata Yeni Pérez.
Industri cerutu premium Kuba yang merupakan komoditas ekspor unggulan juga mengalami krisis akibat gangguan irigasi listrik dan masalah logistik transportasi. Manajer toko cerutu, Esteban Garcia, mengungkapkan bahwa rak-rak toko kini kosong karena kiriman barang yang tidak kunjung tiba.
"We haven’t received a shipment in a month," ujar Esteban García, manajer toko cerutu.
Presiden Asosiasi Cerutu Kanada, Sheldon Lloyd Smith, menjelaskan bahwa kekurangan bahan bakar dan pemadaman listrik membuat pabrik-pabrik sulit beroperasi secara konsisten.
"Fuel shortages, blackouts, and transport constraints are making it increasingly difficult for factories to operate consistently," kata Sheldon Lloyd Smith.
Meskipun permintaan global terhadap Habanos tetap tinggi sebagai simbol kemewahan, pengiriman internasional kini terhambat oleh kendala logistik yang sistemik.
"international logistics have slowed down the delivery of cigars," kata Chetan Seth, Presiden Cingari.
Meski demikian, ia mengonfirmasi bahwa saat ini stok barang masih tersedia untuk pasar tertentu meskipun distribusi melambat.
"stocks are available," ujar Chetan Seth.
Untuk mengimbangi penurunan volume produksi, perusahaan negara Habanos SA menaikkan harga jual secara signifikan, dengan harga satu batang Cohiba Siglo VI melonjak hingga 105 euro di Spanyol. Penulis blog industri cerutu Halfwheel, Brooks Whittington, memberikan analisis terkait strategi kenaikan harga tersebut.
"They have to raise prices in order to get those numbers up because they just don't have the number of cigars that they used to any more," ujar Brooks Whittington.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·