Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait pergeseran konsentrasi awan Cumulonimbus (Cb) di sejumlah titik wilayah Indonesia. Dilansir dari Kompas, pembaruan peta prakiraan ini berlaku untuk periode 7 hingga 13 Mei 2026.
Awan Cumulonimbus menjadi perhatian serius bagi sektor transportasi karena potensinya memicu badai petir, angin kencang, hingga turbulensi hebat. Otoritas navigasi kini diminta mewaspadai wilayah Kepulauan Bangka Belitung, daratan Papua, serta beberapa jalur laut utama.
Berdasarkan analisis model cuaca numerik, kategori risiko tertinggi atau Frequent (FRQ) terjadi jika cakupan awan mencapai lebih dari 75 persen. Wilayah yang masuk daftar ini mencakup Kepulauan Bangka Belitung, Papua, serta perairan strategis seperti Laut Jawa bagian tengah dan timur.
Selain itu, zona merah juga terpantau di Selat Karimata bagian selatan, Laut Natuna Utara, Laut Flores, dan Laut Banda. Pilot dan nakhoda yang melintasi Samudra Hindia di barat Aceh, Mentawai, serta Nias juga diimbau meningkatkan kewaspadaan.
BMKG juga memetakan wilayah dengan kategori Occasional (OCNL) yang memiliki cakupan awan antara 50 hingga 75 persen. DKI Jakarta kembali masuk dalam radar pemantauan potensi pertumbuhan awan menengah untuk periode satu pekan ke depan.
Kategori menengah ini turut mencakup hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk Pulau Jawa, potensi pertumbuhan awan yang signifikan terpantau di wilayah Banten, Jawa Barat, hingga perairan selatan Jawa Timur hingga NTT.
Data tersebut merupakan bagian dari produk prakiraan cuaca penerbangan tujuh harian yang diproduksi BMKG. Fenomena ini berpotensi memicu hujan lebat dan kilat yang dapat mengganggu ketinggian jelajah pesawat terbang di wilayah terdampak.
| FREQUENT (FRQ) >75% | Bangka Belitung, Papua, Laut Jawa, Laut Banda, Laut Flores, Selat Karimata, Samudra Hindia (Barat Aceh hingga Nias). |
| OCCASIONAL (OCNL) 50%-75% | DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Selat Makassar, Samudra Pasifik Utara Papua. |
| ISOLATED (ISOL) <50% | Wilayah dengan cakupan awan terpencar di bawah 50 persen dari total luas area pemantauan. |
Imbauan Keselamatan Bagi Masyarakat
Pihak BMKG mengimbau maskapai penerbangan dan perusahaan pelayaran untuk terus menyesuaikan rencana perjalanan dengan pergerakan awan Cumulonimbus terbaru. Informasi ini sangat krusial guna menjaga keselamatan operasional moda transportasi di udara maupun laut.
Bagi masyarakat yang berada di daratan, khususnya di wilayah Bangka Belitung dan Papua, diharapkan tetap waspada terhadap potensi hujan lebat mendadak. Cuaca ekstrem tersebut sering kali disertai dengan kilat dan angin kencang yang muncul secara tiba-tiba.
Publik disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara akurat melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal komunikasi resmi lainnya. Langkah ini penting untuk memitigasi risiko akibat cuaca buruk selama menjalankan aktivitas sehari-hari.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·