Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat serta angin kencang di berbagai wilayah Jawa Barat pada 30 April hingga 6 Mei 2026. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif yang didukung suhu muka laut hangat serta aktivitas gelombang ekuatorial Rossby.
Analisis dinamika atmosfer menunjukkan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) aktif secara spasial di sebagian Pulau Jawa. BMKG juga mengidentifikasi terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar Jawa Barat yang meningkatkan labilitas atmosfer dari kategori ringan hingga kuat.
Laporan dari laman resmi rri.co.id mencatat kondisi cuaca di Kota Bandung pada Rabu, 29 April 2026, sempat didominasi hujan ringan sejak siang hingga malam hari. Suhu di wilayah tersebut menurun dari 31 derajat Celsius pada pagi yang terik menjadi sekitar 24 derajat Celsius saat hujan berlangsung.
Prakiraan harian BMKG menunjukkan sebaran wilayah terdampak cuaca ekstrem mulai Kamis, 30 April 2026, mencakup Bogor, Depok, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran. Potensi hujan ini diprediksi meluas ke wilayah Bekasi dan Karawang pada hari-hari berikutnya dalam sepekan ke depan.
Intensitas hujan tertinggi diperkirakan terjadi dalam durasi singkat namun dengan skala lokal yang kuat. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama bagi penduduk yang tinggal di wilayah rawan.
"Bencana ini disebabkan adanya peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian wilayah Klaten," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Penjelasan mengenai mekanisme cuaca lokal juga disampaikan oleh otoritas terkait guna memberikan gambaran detail kepada penduduk setempat.
"Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dengan durasi singkat," tegas BMKG.
Memasuki tanggal 5 dan 6 Mei 2026, cakupan wilayah hujan diprediksi mulai menyempit. Pada periode tersebut, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan hanya akan terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·