BMKG Prediksi Hujan Guyur Indonesia dan Awan Cumulonimbus Meluas

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia akan diguyur hujan ringan hingga sedang serta mewaspadai perluasan sebaran awan Cumulonimbus pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kondisi atmosfer yang sangat aktif memicu pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Papua. BMKG juga menetapkan status siaga untuk potensi hujan lebat di wilayah Sumatra Utara, Lampung, hingga Maluku.

Prakirawan BMKG Sufia Nur Ahadiah menjelaskan bahwa wilayah Sumatra seperti Banda Aceh, Medan, dan Pekanbaru akan mengalami hujan ringan.

"Waspadai hujan petir yang dapat terjadi di Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung," katanya Sufia Nur Ahadiah, Prakirawan BMKG.

Pihak BMKG juga merilis pembaruan terkait potensi awan Cumulonimbus (Cb) yang berlaku mulai 6 hingga 12 Mei 2026. Jenis awan ini sangat diwaspadai karena memicu turbulensi hebat bagi transportasi udara dan badai petir di perairan.

Kategori Frequent (FRQ) atau cakupan awan lebih dari 75 persen terdeteksi di Maluku, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Samudra Hindia di selatan Banten. Sementara itu, wilayah Jawa Timur dan Selat Malaka masuk dalam kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan 50 hingga 75 persen.

Prakiraan Sebaran Awan Cumulonimbus (Cb) Periode: 6 Mei - 12 Mei 2026KategoriWilayah Terdampak
FRQ / FREQUENT Cakupan Area >75%Laut Arafuru (Barat & Tengah), Laut Banda, Laut Jawa Bagian Timur, Maluku, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Selat Makassar Bagian Selatan, Samudra Hindia (Barat Aceh, Barat Mentawai, Barat Nias, Selatan Banten).
OCNL / OCCASIONAL Cakupan Area 50% - 75%Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Lampung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Seluruh wilayah Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Teluk Bone, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, NTT, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Flores, Samudra Pasifik Utara Papua, Samudra Hindia (Selatan Jawa Tengah hingga NTT).

Data model cuaca numerik BMKG menunjukkan peningkatan risiko ini pada jalur pelayaran strategis seperti Selat Karimata dan Laut Natuna Utara. Masyarakat dan operator transportasi diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi guna mitigasi risiko dini.