Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026. Fenomena atmosfer ini dipicu oleh kemunculan sirkulasi siklonik yang terpantau berada di wilayah daratan Kalimantan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan intensitas curah hujan, mulai dari kategori lebat hingga sangat lebat. Fokus kewaspadaan terutama diarahkan bagi penduduk di wilayah Indonesia bagian tengah serta timur yang terdampak dinamika sirkulasi tersebut.
Dikutip dari Kompas, pembentukan sirkulasi siklonik di Kalimantan Tengah memicu terciptanya daerah konvergensi dan konfluensi. Area ini merupakan titik pertemuan angin yang mengakibatkan pertumbuhan awan hujan menjadi sangat masif di sekitar pusat sistem tersebut.
Berdasarkan data pantauan BMKG, jalur konvergensi memanjang di berbagai titik strategis mulai dari perairan utara Aceh hingga wilayah Papua Pegunungan. Daerah lain yang terdampak meliputi perairan barat Bengkulu, Sumatera Selatan, serta perairan utara Kalimantan.
Fenomena serupa juga terpantau di wilayah perairan timur Indonesia seperti Laut Banda, Laut Timur, dan Laut Arafuru. Selain itu, Teluk Cendrawasih hingga perairan utara Papua Barat menjadi area yang mengalami peningkatan pertumbuhan awan secara signifikan.
Sementara itu, daerah konfluensi diperkirakan terbentuk pada sektor perairan yang luas, mencakup Laut Natuna, Laut Jawa, hingga Laut Halmahera. Situasi ini memperkuat pasokan massa udara basah yang menjadi bahan bakar utama terbentuknya awan-awan hujan dalam skala yang luas.
Daftar Wilayah Berstatus Waspada Hujan Lebat
Masyarakat di sejumlah provinsi diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan cuaca buruk. Wilayah yang memiliki potensi hujan dengan intensitas tinggi meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, wilayah Maluku Utara dan Maluku juga masuk dalam daftar daerah yang perlu waspada terhadap dampak guyuran hujan ekstrem. Untuk daerah yang masuk dalam kategori warna kuning di peta prakiraan, potensi banjir atau genangan tetap harus diantisipasi akibat hujan sedang hingga lebat.
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Indonesia
BMKG juga merinci kondisi cuaca spesifik di berbagai kota besar untuk membantu mobilitas warga. Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami hujan yang disertai dengan aktivitas kelistrikan atau petir di atmosfer.
Kota-kota seperti Bengkulu, Palembang, dan Banjarmasin diperkirakan akan dilanda hujan disertai petir. Sementara itu, wilayah Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, hingga Palangkaraya diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan.
Kondisi berbeda terpantau di Bandar Lampung yang berpotensi tertutup asap atau kabut. Sedangkan untuk wilayah Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Banda Aceh, kondisi cuaca diperkirakan hanya akan berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan disertai petir diprediksi terjadi di Manado dan Ternate. Sebagian besar kota lain seperti Denpasar, Makassar, Jayapura, hingga Merauke diperkirakan akan mengalami hujan ringan dengan durasi yang bervariasi.
BMKG menyarankan warga untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui platform resmi sebelum merencanakan kegiatan di luar ruangan. Pembaruan data cuaca secara berkala dapat diakses melalui situs resmi atau media sosial institusi tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·