BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 5 dan 6 Mei 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprediksi terjadi pada 5 dan 6 Mei 2026.

Dikutip dari Kompas, langkah ini diambil sebagai bentuk upaya mitigasi untuk meningkatkan kewaspadaan publik. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga genangan air menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai masyarakat luas.

Analisis prakiraan cuaca menunjukkan bahwa sejumlah provinsi kini berada dalam status waspada dan siaga. Selain curah hujan yang tinggi, ancaman angin kencang juga dilaporkan akan menerjang beberapa daerah tertentu dalam periode tersebut.

Pemerintah daerah dan warga diimbau untuk memperhatikan klasifikasi risiko cuaca yang telah dipetakan oleh BMKG. Intensitas hujan yang ekstrem diperkirakan dapat menghambat aktivitas harian serta mengganggu kelancaran layanan publik dan stabilitas infrastruktur.

Berikut adalah rincian wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini hujan untuk tanggal 5 Mei 2026:

Wilayah dengan Status Waspada (Hujan Sedang – Lebat)

  • Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
  • Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung
  • DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
  • Seluruh wilayah Kalimantan (Barat, Tengah, Timur, Utara, Selatan)
  • Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Papua Selatan

Wilayah dengan Status Siaga (Hujan Lebat – Sangat Lebat)

  • Sumatera Utara dan Kepulauan Bangka Belitung
  • Banten dan Jawa Tengah
  • Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat
  • Maluku
  • Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan wilayah Papua

BMKG sangat menyarankan agar masyarakat terus mengikuti pembaruan informasi cuaca secara berkala. Hal ini penting guna memastikan langkah evakuasi atau pencegahan mandiri dapat dilakukan sebelum dampak cuaca ekstrem terjadi di lingkungan masing-masing.