Teheran (ANTARA) - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Senin menembakkan dua rudal ke sebuah fregat Angkatan Laut AS yang berupaya melintasi Selat Hormuz, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Fars.
Fregat AS itu, yang berlayar di dekat kota pelabuhan Jask di Iran selatan untuk melintasi Selat Hormuz dan "melanggar lalu lintas serta keamanan pelayaran," dihantam rudal setelah mengabaikan peringatan angkatan laut Iran, lapor Fars dengan mengutip sumber setempat.
Laporan itu menambahkan bahwa setelah terkena rudal, fregat tersebut terpaksa mundur dan meninggalkan kawasan.
Namun demikian, menurut laporan selanjutnya dari Axios, seorang pejabat senior AS membantah bahwa sebuah kapal AS terkena hantaman rudal Iran.
Iran telah berulang kali mengumumkan bahwa tidak ada pergerakan yang bisa melewati Selat Hormuz tanpa izin resmi dari pihaknya, dan pengabaian terhadap peringatan ini akan direspons tegas oleh militer Iran, sebut Fars.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5) mengatakan bahwa AS akan memandu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz untuk keluar dengan aman dari jalur perairan terbatas itu pada Senin.
Menanggapi klaim Trump, komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pada Senin memperingatkan bahwa "pasukan bersenjata asing mana pun, terutama militer AS yang agresif, akan diserang jika mereka bermaksud mendekati dan memasuki Selat Hormuz," lapor kantor berita resmi Iran, IRNA.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz mulai 28 Februari, ketika menghalangi jalur aman bagi kapal-kapal yang dimiliki atau berafiliasi dengan Israel dan AS pascaserangan gabungan AS-Israel di wilayah Iran.
AS memberlakukan blokade anti-Iran di Selat Hormuz setelah negosiasi pascagencatan senjata dengan Teheran di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 dan 12 April gagal mencapai kesepakatan.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·