Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diprediksi melanda sejumlah titik di Indonesia pada Jumat, 17 April 2026.
Kondisi atmosfer yang dinamis memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai daerah, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi. Dilansir dari Kompas, status siaga ditetapkan untuk wilayah Sumatera Utara, Jawa Barat, Maluku Utara, dan Papua pada hari Jumat tersebut.
Selain kategori siaga, BMKG juga merilis daftar wilayah dengan status waspada atau potensi hujan sedang hingga lebat. Cakupan wilayah ini meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Peringatan serupa berlaku untuk kawasan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, serta sebagian besar wilayah Papua. Ancaman angin kencang juga diprediksi terjadi di Bali dan Kepulauan Bangka Belitung pada periode yang sama.
| 17 April 2026 | Sumatera Utara, Jawa Barat, Maluku Utara, Papua | Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Kalimantan, Sulawesi, Maluku |
| 18 April 2026 | Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur | Sumbar, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Papua |
Memasuki Sabtu, 18 April 2026, peta risiko mengalami pergeseran dengan status siaga yang kini mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Timur. Sementara itu, wilayah seperti Jawa Barat dan Maluku Utara turun menjadi kategori waspada bersama dengan Nusa Tenggara Timur dan provinsi lainnya di Kalimantan serta Sulawesi.
Lembaga meteorologi tersebut memperingatkan bahwa intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu genangan air di perkotaan, luapan sungai, tanah longsor, hingga banjir bandang. Mobilitas warga di area padat penduduk seperti Jakarta juga berisiko terganggu akibat jalan licin dan jarak pandang yang terbatas.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir, untuk membersihkan saluran air dan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala. Langkah antisipasi dini diperlukan guna meminimalkan dampak kerusakan infrastruktur dan risiko keselamatan selama cuaca ekstrem berlangsung.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·