Google siapkan kacamata pintar Android XR bersama Gucci

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) -

Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk meningkatkan daya tarik kacamata pintar yang tengah dikembangkan, termasuk melalui kolaborasi dengan merek fesyen mewah Gucci.

Melansir Gizmodo (16/4), Google bekerja sama dengan Gucci untuk menghadirkan kacamata berbasis Android XR dengan sentuhan desain khas rumah mode tersebut. Pendekatan ini serupa dengan strategi Meta yang memasarkan kacamata pintar dengan merek Ray-Ban dan Oakley.

Informasi tersebut disampaikan oleh CEO Gucci, Luca de Meo, yang menyebut perangkat hasil kolaborasi itu baru akan dirilis pada 2027. Dengan demikian, produk tersebut diperkirakan tidak akan masuk dalam peluncuran awal kacamata Android XR Google yang dijadwalkan diperkenalkan tahun ini.

Baca juga: Apple uji empat desain kacamata pintar yang akan dirilis 2027

Dibandingkan Ray-Ban, Gucci berada pada segmen fesyen yang lebih premium. Karena itu, kacamata pintar bermerek Gucci diperkirakan akan menyasar pasar kelas atas dan memiliki harga lebih tinggi dibandingkan produk awal Google yang dikembangkan bersama Warby Parker dan Gentle Monster.

Sejauh ini belum banyak informasi mengenai desain maupun fitur spesifik dari kacamata pintar Gucci tersebut, selain perbedaan pada aspek gaya. Namun, langkah ini menunjukkan upaya Google untuk memposisikan produknya tidak hanya sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.

Strategi tersebut dinilai menggabungkan pendekatan Meta dan Apple. Sejak 2015, Apple telah memasarkan Apple Watch Hermès dengan harga di atas 1.000 dolar AS, melalui kolaborasi dengan merek fesyen Hermès.

Baca juga: Huawei isyaratkan kacamata AI, tampilkan hasil foto kameranya

Meski demikian, minat pasar terhadap kacamata pintar premium masih menjadi tanda tanya. Sejumlah rumor menyebut Meta juga mempertimbangkan kerja sama dengan Prada, meski belum terealisasi hingga kini.

CEO Snap Inc., Evan Spiegel, sebelumnya menilai kemitraan Meta dengan EssilorLuxottica lebih banyak menguntungkan Meta. Kacamata bermerek Ray-Ban dinilai membantu mengurangi sorotan terhadap nama Meta, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran terkait privasi serta berdampak pada citra produk non-pintar Ray-Ban.

Google sendiri masih menghadapi tantangan serupa terkait reputasi pengelolaan data pengguna, termasuk sejak peluncuran Google Glass yang sempat menuai kritik lebih dari satu dekade lalu.

Baca juga: Nothing dikabarkan bakal luncurkan kacamata pintar dan earbuds

Baca juga: Apple percepat pengembangan tiga perangkat "wearable" berbasis AI

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.