PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah menuntaskan pengembalian total dana Rp 28.257.360.600 terkait kasus yang dialami nasabah di KCP Aek Nabara, Sumatera Utara.
BNI sebelumnya juga telah melakukan pengembalian awal kepada nasabah dalam hal ini Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara senilai Rp 7 miliar.
“BNI telah mentransfer kredit dana sebesar Rp 21.257.360.600 kepada CU Paroki Aek Nabara yang melengkapi pengembalian sebelumnya sebesar Rp 7.000.000.000. Dengan demikian total dana yang telah dikembalikan mencapai Rp 28.257.360.600 sehingga proses pengembalian dana telah tuntas,” kata Direktur Human Capital & Compliance BNI, Munadi Herlambang, dalam konferensi pers di Grha BNI, Jakarta pada Rabu (22/4).
Dengan tuntasnya pengembalian dana tersebut, Munadi berharap kepercayaan masyarakat kepada BNI dapat terus terjaga. Ia juga berkomitmen untuk menjadikan peristiwa penggelapan dana jemaah Gereja Katolik Paroki Aek Nabara oleh oknum tersebut sebagai pembelajaran bersama.
“Di sisi lain, BNI juga menyampaikan permohonan maaf kepada umat katolik seluruh Indonesia, khususnya Jemaat CU Paroki Aek Nabara serta masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama ini,” ujar Munadi.
BNI menjelaskan dalam kasus penggelapan dana tersebut dilakukan oleh oknum dan terjadi di luar sistem resmi BNI. Munadi menuturkan kasus penggelapan dana nasabah oleh oknum tersebut pertama kali terungkap pada Februari 2026 dari hasil pengawasan internal BNI.
Merespons hal itu, Bendahara CU Paroki Aek Nabara, Suster Natalia Situmorang, menyambut baik penyelesaian kasus tersebut, utamanya karena pengembalian dana dilakukan secara full sesuai tuntutan.
“Maka hari ini dengan penuh suka cita kami telah menerima penyelesaian persoalan ini pembayaran dari lembaga Bank Negara Indonesia secara full sesuai dengan apa yang kami tuliskan dalam surat tuntutan kami,” ungkap Natalia.
Natalia menuturkan dengan adanya peristiwa tersebut, baik pihak gereja maupun BNI, bisa menjadikannya sebagai suatu pelajaran. Untuk itu, ia juga mengajak masyarakat agar tetap percaya dengan lembaga perbankan.
“Kami mengajak kita semua bahwa kami tetap mengatakan lembaga perbankan akan menjadi tempat yang nyaman, baik untuk menyimpan uang. Meskipun kadang-kadang kita kesulitan tapi inilah salah satu menjadi momen kita untuk belajar terutama untuk semakin diedukasi dalam proses penggunaan perbankan ini,” tutur Natalia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·