BNPB ingatkan seluruh Kalaksa BPBD terjun langsung ke lokasi bencana

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan setiap kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus memiliki kesiapan untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah saat terjadi kedaruratan.

"Artinya walaupun pejabat, namun ketika terjadi bencana harus terjun ke lokasi bencana. Mendampingi masyarakat dan mendampingi pemerintah daerah," ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Suharyanto pada pembukaan kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) gelombang ketiga yang diikuti oleh 68 Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di Pusdiklat Penanggulangan Bencana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, dia mencontohkan pola penanganan bencana yang dilakukan pejabat BNPB pusat dalam menangani bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut dia, pimpinan BPBD harus menjadi garda terdepan dalam membantu warga di wilayah masing-masing.

"Belajar dari penanganan bencana yang pernah terjadi. Bagi Kalaksa agar dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekannya, kita semua adalah teman seperjuangan dalam penanggulangan bencana," kata Suharyanto menambahkan.

Baca juga: Sestama BNPB: Bangunan Huntap dirancang ramah gempa bumi

Adapun penyelenggaraan SDMT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2026 ini merupakan gelombang ketiga sejak pertama kali dihelat pada 2024.

Melalui pelatihan SDMT ini, para kepala pelaksana BPBD diharapkan dapat saling bertukar pengalaman dan pembelajaran terkait manajemen krisis. Pelatihan yang berlangsung pada 4-16 Mei 2026 ini menitikberatkan pada studi kasus dari bencana-bencana yang telah terjadi sebelumnya.

Selama 12 hari ke depan, para peserta akan dibekali materi mulai dari kepemimpinan saat krisis, manajemen informasi dan komunikasi kebencanaan, manajemen logistik, rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga simulasi gladi posko.

Kepala Pelaksana (Kalaksana) BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Berta Meiliana menilai pelatihan ini penting karena seorang pimpinan harus memahami tata cara penanggulangan bencana yang tepat sasaran agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. Mereka berharap kegiatan ini membantunya menyusun perencanaan penanganan bencana yang lebih efektif di daerahnya.

"Agar pelayanan ke masyarakat dalam penanggulangan bencana lebih baik lagi dan masyarakat mendapat manfaat yg lebih tinggi, karena seorang pimpinan di BPBD harus tahu tata cara penanggulangan bencana yang tepat sasaran,” kata Dwi.

Baca juga: RI dipacu jadi produsen teknologi kebencanaan, perkuat kemandirian
Baca juga: BNPB: Petugas gabungan padamkan karhutla di Kaltim dan Kalsel

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.