Bocah di Batang Alami Luka Bakar Akibat Ledakan Bensin

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial RZA menderita luka bakar serius setelah tersambar api dari bensin saat bermain bersama rekan-rekannya di Dukuh Legok Sari, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Batang, pada Minggu (10/5/2026) pukul 09.00 WIB.

Insiden tragis yang dilaporkan terjadi di belakang rumah warga tersebut dipicu oleh upaya anak-anak membakar sampah di lokasi kejadian. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, korban saat ini tengah menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Kalisari Batang guna memulihkan kondisinya.

Lurah Proyonanggan, Fariz Mukti, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari inisiatif kelompok anak tersebut untuk menyulut api. Fariz menyebutkan seorang anak lain berinisial N (14) diduga menjadi pihak yang mengusulkan pembakaran sampah namun api sulit membesar.

"Anak-anak awalnya bermain, kemudian ada ide membakar sampah," kata Lurah Proyonanggan, Fariz Mukti.

Guna memancing api, bensin kemudian diambil menggunakan selang dari sebuah sepeda motor dan diletakkan ke dalam wadah plastik. Fariz mengungkapkan bahwa terdapat aktivitas merokok di dekat lokasi pengisian bensin yang mengakibatkan api menyambar seketika.

"Saat proses itu, ada yang sambil merokok sehingga api menyambar dan pelaku kaget lalu melempar wadah bensin yang mengenai korban," ungkapnya.

Pihak keluarga korban mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini berdasarkan riwayat hubungan antara korban dan pelaku. Muncul dugaan bahwa insiden ini merupakan kelanjutan dari tindakan perundungan yang dialami korban sebelumnya.

"Sementara versi korban, pelaku sengaja nyiram dan bakar karena diduga selama ini memang sering membully," katanya.

Kasatreskrim Polres Batang, Albertus Sudaryono, mengonfirmasi bahwa keluarga korban telah resmi menempuh jalur hukum. Kepolisian saat ini sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mendalami kronologi pasti di tempat kejadian perkara.

"Korban dan terduga pelaku sama-sama masih anak-anak, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara khusus. Saat ini korban masih dalam perawatan, sehingga belum bisa dimintai keterangan," jelas Kasatreskrim Polres Batang, Albertus Sudaryono.

Berdasarkan data medis awal, korban diketahui menderita luka bakar grade 2 pada sebagian besar tubuhnya. Meski demikian, pihak kepolisian mendapatkan laporan bahwa keadaan fisik korban mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi selama di rumah sakit.

"Itu kemarin luka bakarnya grade 2, infonya grade 2, 35% ya. Kondisinya sudah membaik," ucapnya.