Seorang bocah berinisial DK (12) asal Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, mengembuskan napas terakhir pada Rabu (22/4/2026). Korban meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Bandung setelah mendapatkan perawatan intensif akibat gigitan ular weling.
Insiden tragis ini dikonfirmasi melalui laporan yang dilansir dari Detikcom pada Kamis (23/4/2026). Sebelum dirujuk ke Bandung, korban sempat dilarikan ke RSUD KHZ Musthafa untuk mendapatkan pertolongan pertama atas luka gigitan satwa berbisa tersebut.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyatakan duka mendalam atas kepergian warganya. Ia menyampaikan rasa simpati kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap kuat menghadapi musibah ini.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami atas nama pribadi dan pemerintah turut berbela sungkawa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Asep Sopari Al Ayubi, Wakil Bupati Tasikmalaya.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi terkait keamanan lingkungan warga dari gangguan hewan liar. Sementara itu, pemakaman korban dilakukan sesegera mungkin setelah jenazah tiba di rumah duka.
Camat Padakembang, Dadan, menjelaskan bahwa jenazah DK telah dikebumikan pada Rabu malam tak lama setelah sampai dari Bandung. Kehadiran ratusan pelayat yang memberikan penghormatan terakhir menandai suasana haru di lokasi pemakaman.
"Ia langsung dimakamkan tadi malam. Masyarakat turut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya," kata Dadan, Camat Padakembang.
Menurut keterangan ayah korban, Andis Kuswara, anaknya memang sempat berpindah fasilitas kesehatan guna mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap. DK sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Bandung untuk berupaya memulihkan kondisinya pasca-terkena bisa ular weling.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·