Bom Meledak di Pasar Pakistan Tewaskan Sembilan Orang

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Insiden ledakan di sebuah pasar yang ramai di dekat Distrik Bannu, Pakistan, pada Rabu, 13 Mei 2026, mengakibatkan sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dilansir dari Detikcom, otoritas setempat segera mengirimkan unit ambulans dan pemadam kebakaran ke lokasi kejadian untuk menangani para korban.

Pejabat polisi senior melaporkan bahwa dua personel kepolisian dan seorang warga sipil perempuan termasuk di antara daftar korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Wakil Kepala Kepolisian Nawrang Saeed Khan mengonfirmasi bahwa para korban dengan luka serius telah dilarikan ke rumah sakit di wilayah Bannu.

Kepala Medis Rumah Sakit THQ, Mohammad Ishaq, menyatakan bahwa fasilitasnya telah menangani puluhan pasien yang terdampak ledakan. Ia menyebutkan bahwa sejumlah pasien saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Beralih ke isu diplomatik, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan keras melalui platform Truth Social saat menempuh perjalanan menuju Beijing. Trump melontarkan kritik tajam kepada para jurnalis yang memberitakan kondisi pasukan Iran menjelang pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.

"I don't think we need any help with Iran," kata Trump, Presiden AS.

Trump menegaskan posisi Amerika Serikat terkait konflik tersebut meskipun gencatan senjata yang berlangsung selama satu bulan terakhir belum menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menekankan keyakinannya terhadap penyelesaian ketegangan dengan Iran.

"We're going to win it one way or the other, peacefully or otherwise," ujar Trump, Presiden AS.

Di belahan dunia lain, Pemerintah Inggris dan Belanda menerapkan kebijakan isolasi ketat bagi penumpang kapal MV Hondius yang terjangkit hantavirus. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah memerintahkan isolasi pencegahan bagi 10 warga yang sempat melakukan kontak dengan kasus terkonfirmasi di wilayah pulau terpencil.

Langkah serupa diambil otoritas kesehatan di Belanda dengan melakukan karantina terhadap 12 staf rumah sakit. Tindakan ini merupakan respons atas penanganan sampel medis pasien hantavirus yang dilakukan tanpa mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan secara ketat.

Kabar duka datang dari dunia olahraga internasional dengan berpulangnya mantan pebasket NBA, Jason Collins, pada usia 47 tahun. Collins, yang pernah membela enam klub berbeda selama 13 tahun kariernya, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit tumor otak agresif atau glioblastoma stadium 4.