Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,8 yang mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa sore.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," kata Edy Budi Susilo di Jember, Selasa.
Gempa bumi bermagnitudo 5,1 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 4,8 mengguncang Kabupaten Jember pada pukul 15.39 WIB di wilayah tenggara.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,07 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113,82 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 kilometer arah tenggara Jember pada kedalaman 14 km dan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Kami juga meminta kepada para camat untuk segera melaporkan kepada Bupati Jember dengan tembusan Kepala BPBD terkait dampak yang timbul di wilayah masing-masing akibat gempa bumi," katanya.
Baca juga: Gempa M5,1 guncang Jember Selasa sore, tidak berpotensi tsunami
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.
"Kami juga mengimbau agar warga menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya.
Ia mengatakan masyarakat juga harus memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal tahan terhadap gempa bumi atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Guncangan dan getaran gempa bumi cukup kuat dirasakan warga di Kabupaten Jember, bahkan sebagian warga perumahan di Kecamatan Kaliwates berhamburan keluar rumah.
Baca juga: BPBD: Gempa Pacitan terasa hingga Jember, potensi kerusakan dipantau
Warga sempat panik karena guncangan cukup keras dirasakan, namun setelah dipastikan tidak ada gempa susulan maka warga kembali ke dalam rumah.
Sementara itu Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso dalam siaran persnya mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami," katanya.
Hingga pukul 15.55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Ia menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser.
Baca juga: Operasional KA di Daop 9 Jember aman pascagempa di Pacitan
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·