Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa Timur, meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi di sejumlah wilayah rawan bencana menyusul meningkatnya kejadian tanah longsor hingga pertengahan April 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, di Ponorogo, Rabu, mengatakan pihaknya mencatat sedikitnya 50 kejadian bencana sejak awal tahun, dengan 41 di antaranya merupakan tanah longsor, enam banjir, dan tiga akibat cuaca ekstrem.
“Dominasi longsor ini dipengaruhi curah hujan yang masih tinggi serta masa peralihan musim,” katanya.
BPBD, lanjutnya, telah memperkuat upaya mitigasi dengan memetakan daerah rawan longsor, khususnya di kawasan perbukitan, serta meningkatkan patroli dan pemantauan saat hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, BPBD juga menyiagakan personel dan peralatan di titik-titik rawan, mempercepat penanganan material longsor, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan untuk respons cepat apabila terjadi bencana.
Baca juga: BPBD Ponorogo catat 137 bencana selama Januari-April 2026
“Kami juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda potensi longsor dan langkah evakuasi mandiri,” ujarnya.
Peristiwa terbaru terjadi di Kecamatan Slahung, di mana hujan deras memicu delapan titik longsor yang sempat menutup sebagian ruas jalan provinsi Ponorogo–Pacitan.
Material longsor langsung ditangani petugas gabungan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Masun menegaskan potensi bencana masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dengan durasi lama.
Baca juga: BPBD Ponorogo susun dokumen Kajian Risiko Bencana 2025–2029
“Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, namun kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·