BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Penyakit Katastropik Rp17,39 Triliun Hingga April 2026

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Program Jaminan Kesehatan Nasional masih menghadapi beban pembiayaan yang besar dari sektor penyakit katastropik. Dilansir dari Bloomberg Technoz, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan bahwa kelompok penyakit ini menjadi penyumbang terbesar anggaran klaim.

Instansi tersebut mencatat akumulasi pembayaran klaim telah menyentuh angka Rp17,39 triliun hingga April 2026. Anggaran jumbo ini digelontorkan untuk mendanai tujuh kelompok penyakit katastropik yang mencakup 20,43 juta kasus layanan kesehatan.

Data statistik yang dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI menunjukkan bahwa penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyedot anggaran terbesar. Hingga 30 April 2026, jaminan untuk kasus jantung telah melayani 10,13 juta kasus dengan total nilai mencapai Rp6,06 triliun.

"Posisi kedua ditempati gagal ginjal dengan 4,43 juta kasus dan biaya pelayanan sebesar Rp4,67 triliun. Sementara kanker berada di posisi ketiga dengan 2,41 juta kasus yang menghabiskan anggaran Rp3,43 triliun," kata Prihati.

Selain tiga keluhan utama tersebut, gangguan kesehatan kardiovaskular seperti stroke turut menguras dana JKN secara signifikan. Tercatat ada 3,20 juta kasus stroke yang ditangani dengan total biaya pembiayaan menembus Rp2,55 triliun sampai April 2026.

Manajemen JKN juga mengalokasikan anggaran untuk beberapa jenis penyakit katastropik lain dengan volume yang lebih kecil. Kasus sirosis hati terdata memakan biaya Rp87,47 milar untuk penanganan 102.869 kasus, sedangkan pengobatan thalassemia menyerap dana Rp290,06 miliar bagi 133.657 kasus.

Di sisi lain, hemofilia menjadi jenis penyakit yang mencatatkan kuantitas pelayanan paling sedikit, yakni hanya sebanyak 27.520 kasus. Kendati demikian, biaya medis yang dikeluarkan justru bernilai lebih tinggi daripada thalassemia, yaitu menyentuh Rp300,88 miliar.

Tren beban finansial ini memperlihatkan pola yang serupa dengan data realisasi sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, klaim untuk kesembuhan penyakit jantung juga mendominasi dengan realisasi Rp17,35 triliun dari total 29,73 juta kasus.

Kondisi serupa diikuti oleh gagal ginjal yang menghabiskan pasokan dana sebesar Rp13,38 triliun pada tahun lalu. Sementara itu, jaminan kesehatan untuk penderita kanker menyerap anggaran negara sebesar Rp10,31 triliun.

Secara kumulatif, total jaminan finansial untuk tujuh penyakit katastropik sepanjang 2025 berada di angka Rp50,28 triliun dengan 59,94 juta kasus layanan. Lonjakan klaim ini berdampak langsung pada kondisi kas Program JKN, mengingat rasio klaim terpantau sudah menyentuh angka 108,72% pada April 2026.

Daftar Pembiayaan Tujuh Penyakit Katastropik BPJS Kesehatan hingga April 2026Jenis Penyakit KatastropikJumlah Kasus (Juta)Total Biaya (Triliun Rp)JantungGagal GinjalKankerStroke
10,136,06
4,434,67
2,413,43
3,202,55