Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang mengawali rangkaian Sensus Ekonomi 2026 dengan melakukan pendataan pada sektor perusahaan besar dan menengah mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi data sebelum melanjutkan penyisiran ke sektor usaha mikro dan rumah tangga pada bulan berikutnya.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto, mengungkapkan bahwa persiapan teknis telah dimatangkan melalui rangkaian audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dukungan penuh dari Bupati Pandeglang dinilai menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran pengambilan data di seluruh sektor ekonomi wilayah tersebut.
"Kegiatan ini berjalan mulai 1 Mei sampai 31 Agustus 2026. Mei ini kita awali dengan pendataan ke perusahaan besar dan menengah karena mereka memerlukan konsolidasi data terlebih dahulu," ujar Achmad, Minggu 10 Mei 2026.
Metode pengumpulan data kali ini dirancang fleksibel melalui tiga saluran utama yakni Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) secara daring, aplikasi ponsel pintar (CAPI), serta penggunaan dokumen fisik jika situasi membutuhkan. Inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan akses bagi para pelaku usaha agar proses pelaporan data berjalan lebih efisien.
Guna mengoptimalkan proses di bulan Mei, BPS Pandeglang menginisiasi program "Ngibar" atau ngisi bareng yang melibatkan berbagai asosiasi dunia usaha. Pendampingan kolektif ini menyasar anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mempercepat pengisian data lapangan.
BPS menjadwalkan agenda pendataan lapangan secara menyeluruh dari pintu ke pintu ke setiap bangunan dan rumah tangga mulai 15 Juni 2026. Integrasi dengan data kependudukan akan diterapkan guna memetakan profil sosial ekonomi masyarakat secara lebih detail dan mendalam bagi kepentingan pembangunan daerah.
"Data yang kami kumpulkan dijamin kerahasiaannya karena tidak ada kaitannya sama sekali dengan pajak. Ini murni untuk memotret ekonomi nasional dan wilayah Pandeglang," kata Achmad.
Hasil akhir dari Sensus Ekonomi 2026 diproyeksikan menjadi landasan data bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan strategis. Achmad menekankan bahwa akurasi potret ekonomi ini sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam memberikan keterangan kepada petugas saat pelaksanaan berlangsung.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·