PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkokoh infrastruktur digital aplikasi BRImo melalui implementasi teknologi Public Cloud guna menopang lonjakan transaksi yang mencapai Rp7.057 triliun. Langkah strategis ini melibatkan penunjukan Terralogiq untuk memimpin transformasi sistem demi menjaga stabilitas layanan bagi 45,9 juta pengguna.
Data kinerja sepanjang 2025 menunjukkan nilai transaksi melalui BRImo tumbuh 26,1 persen secara tahunan dengan total 5,60 miliar kali transaksi, dilansir dari Money. Jumlah nasabah yang menggunakan platform ini juga mengalami kenaikan sebesar 18,9 persen hingga akhir Desember 2025 dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Chief Technology Officer Terralogiq Farry Argoebie dalam keterangan pers pada Jumat (16/4/2026) menjelaskan bahwa proyek skala besar ini menuntut standar keamanan tinggi. Implementasi tersebut mengandalkan Google Kubernetes Engine (GKE) sebagai arsitektur utama untuk mendukung fleksibilitas sistem saat terjadi lonjakan trafik.
"Tantangan utama dalam proyek skala enterprise seperti BRImo adalah memastikan stabilitas dan keamanan di tengah kompleksitas layanan yang terus berkembang," ujar Farry Argoebie, Chief Technology Officer Terralogiq.
Pihaknya memastikan bahwa seluruh lapisan teknologi dipersiapkan untuk mematuhi regulasi perbankan yang berlaku di Indonesia. Arsitektur ini dirancang untuk mendukung pengolahan data besar dan pengembangan kecerdasan buatan secara lebih dinamis.
"Terralogiq hadir untuk memastikan setiap layer teknologi, mulai dari microservices hingga kesiapan AI, dibangun dengan standar keamanan yang ketat dan kepatuhan terhadap regulasi perbankan nasional."
Farry menekankan pentingnya kelancaran operasional selama proses pembaruan sistem berlangsung. Transformasi ini juga memperkuat ekosistem API yang menghubungkan BRImo dengan mitra fintech serta layanan asuransi.
"Kami berkomitmen memastikan transisi teknologi ini berjalan dengan zero downtime," katanya.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi pada Rabu (4/2/2026) menyebutkan bahwa pencapaian transaksi tersebut merupakan bukti meluasnya adopsi layanan digital masyarakat. BRI kini fokus mengintegrasikan mesin transaksi secara menyeluruh mulai dari ATM hingga agen BRILink.
"BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI," ujar Saladin Dharma Nugraha Effendi, Direktur Information Technology BRI.
Optimalisasi infrastruktur ini dilakukan agar nasabah di berbagai segmen mendapatkan pengalaman transaksi yang lebih andal. Penguatan fitur terus dijalankan secara berkelanjutan selaras dengan kebutuhan pasar yang dinamis.
"Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen," ucapnya.
Saladin menegaskan bahwa fokus utama transformasi bukan sekadar pada volume transaksi, melainkan pada integritas data dan kualitas layanan. Pengembangan sistem dilakukan untuk memastikan aplikasi tetap aman bagi seluruh pengguna.
"Penguatan fitur dan sistem dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan aplikasi mampu menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis, sekaligus menjaga aspek keamanan dan keandalan layanan digital," tuturnya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·