BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun Perkuat Sektor UMKM Nasional

Sedang Trending 3 hari yang lalu

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur sepanjang tahun 2025. Capaian ini diumumkan pada Kamis, 16 April 2026, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung sektor UMKM di Indonesia.

Sektor pertanian menjadi penerima manfaat terbesar dengan alokasi mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97% dari total penyaluran. Dilansir dari Bloombergtechnoz, BRI menjadi lembaga perbankan dengan volume penyaluran KUR tertinggi dibandingkan 49 bank penyalur lainnya.

Berdasarkan data pemerintah pada akhir 2024, terdapat 30,18 juta unit usaha UMKM non-pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi. Sektor ini tercatat menyerap sekitar 97% tenaga kerja di seluruh Indonesia, sehingga peran perbankan dalam pembiayaan menjadi sangat krusial.

Kinerja keuangan BBRI pada 2025 tetap terjaga solid dengan pertumbuhan aset mencapai 7,18% secara tahunan menjadi Rp2.135 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) perseroan tercatat sebesar 21,06%, angka yang berada jauh di atas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan sebesar 8%.

Risiko bisnis perseroan dinilai lebih aman karena profil nasabah yang tersebar di jutaan debitur mikro dengan plafon pinjaman kecil. Kondisi fundamental yang kuat ini memberikan ruang bagi perseroan untuk terus melakukan ekspansi kredit di masa mendatang.

“Proyeksi pertumbuhan kredit yang membaik akan menciptakan laba yang lebih kuat. Likuiditas yang memadai dan penurunan biaya kredit akan membuat biaya dana lebih terkendali,” papar riset Sucor Sekuritas terkait performa perusahaan tersebut.

Selain performa kredit, BRI juga mengalokasikan dividen tahun buku 2025 dengan total nilai Rp52,1 triliun atau Rp346 per lembar saham. Pengumuman dividen pada 13 April 2026 tersebut memicu penguatan harga saham BBRI sebesar 1,19% dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Analisis Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa dividen tinggi menjadi daya tarik utama bagi investor untuk mengoleksi saham BBRI di tengah iklim suku bunga rendah. Saat ini, utilisasi aset yang membaik diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan laba bersih perseroan.