PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sedang melakukan kajian mendalam untuk meningkatkan porsi saham beredar bebas atau free float di pasar modal pada Selasa (14/4/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas dorongan regulator untuk memperkuat transparansi dan likuiditas perdagangan saham perseroan.
Rencana penambahan volume saham di publik tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan batas minimal free float sebesar 15 persen. Dilansir dari Money, angka tersebut meningkat signifikan dari ketentuan sebelumnya yang berada pada level 7,5 persen.
Data dari Stockbit menunjukkan bahwa saat ini kepemilikan publik atas saham BSI baru menyentuh angka 9,33 persen. Tekanan untuk meningkatkan porsi ini juga datang dari permintaan transparansi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang disampaikan pada Februari lalu.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyatakan bahwa perusahaan telah menyusun peta jalan untuk memenuhi target tersebut secara berkelanjutan. Perseroan mematok target antara di level 10 persen sebelum akhirnya menuju target final 15 persen.
"Memang ada rencana ke arah itu. Apalagi kalau mengacu ke indeks seperti MSCI yang mensyaratkan sekitar 15%," ujar Bob Tyasika Ananta, Wakil Direktur Utama BSI saat ditemui di Jakarta.
Manajemen BSI meyakini bahwa peningkatan free float akan berdampak positif pada daya tarik investasi bagi para pemodal di bursa. Optimalisasi porsi saham publik dipandang sebagai elemen krusial bagi status BSI sebagai perusahaan terbuka yang sehat secara likuiditas.
Meski demikian, implementasi kebijakan ini masih menunggu lampu hijau dari para pemegang saham pengendali, termasuk Danantara. Seluruh proposal rencana kerja terkait struktur kepemilikan saham tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan kepada para pemangku kepentingan terkait.
Realisasi dari aksi korporasi ini dipastikan tidak akan terlaksana dalam waktu dekat atau pada tahun buku berjalan. Bob memproyeksikan bahwa pencapaian target free float 15 persen tersebut kemungkinan baru akan tuntas dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·