BSI Makassar salurkan dana ZIS Rp67,9 miliar di Sulsel

Sedang Trending 33 menit yang lalu

Makassar (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional X Makassar hingga 2026 telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp67,9 miliar di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

RCEO BSI Regional Makassar Sukma Dwie Priardi, di Makassar, Sabtu, menyampaikan bahwa distribusi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Sulawesi Selatan telah mencapai Rp67,9 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 16.508 jiwa.

"Penyaluran dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan umat yang mencakup sektor pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Sukma menjelaskan bahwa program distribusi dana ZIS terbagi dalam beberapa kategori utama, yakni Didik Umat, Mitra Umat, dan Simpati.

Untuk program Didik Umat, dana yang telah disalurkan mencapai Rp18,9 miliar dengan total penerima manfaat sebanyak 594 jiwa.

"Program ini diwujudkan melalui BSI Scholarship yang merupakan program beasiswa jenjang S1 guna membentuk generasi muda yang berkarakter, amanah, serta mampu menjadi teladan," katanya.

Di Sulawesi Selatan, penerima manfaat program beasiswa tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muhammadiyah Makassar, UIN Alauddin Makassar, dan IAIN Parepare.

Baca juga: BSI Region Makassar catat pertumbuhan bisnis gadai emas 32,40 persen

Selain bantuan biaya pendidikan, mahasiswa juga mendapatkan pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan untuk mendukung prestasi akademik dan kontribusi sosial di masyarakat.

Sementara itu, di sektor pemberdayaan ekonomi melalui program Mitra Umat, dana yang disalurkan mencapai Rp10,9 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 300 jiwa.

Sukma menambahkan, program Desa BSI dan UMKM Maslahat menjadi salah satu fokus utama dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha ultra mikro dan mikro berbasis klaster, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Beberapa wilayah penerima program di Sulawesi Selatan meliputi pengolahan landak laut di Kabupaten Pangkep, Desa Binaan Cluster Sapi Potong di Kabupaten Gowa, serta UMKM budidaya udang vaname di Kabupaten Barru.

Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari peningkatan legalitas usaha, penguatan kualitas produk, pengelolaan keuangan, hingga perluasan akses pasar.

Menurut Sukma Dwie Priardi, program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: BSI bayar zakat perusahaan dan pegawai Rp289,38 miliar ke BAZNAS

"Selain memberikan dampak sosial, program ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Selatan," ucapnya.

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.