BTN dan KAI Bangun 5.000 Hunian Murah di Stasiun Manggarai

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membangun hunian layak dengan harga terjangkau di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/4/2026). Rencana ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penyediaan pemukiman padat di bantaran rel.

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kerja sama ini melibatkan pendanaan dari pihak perbankan sementara pembangunan fisik dilakukan oleh anak usaha operator kereta api. Proyek tersebut mencakup pembangunan delapan menara apartemen yang direncanakan menampung sekitar 5.000 unit hunian bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa skema pembiayaan akan sepenuhnya dikelola oleh pihaknya, sementara aspek teknis konstruksi menjadi tanggung jawab mitra kerja.

"Di Manggarai kita merencanakan pembangunan, pembiayannya BTN yang melakukan adalah PT KAI," ungkap Nixon dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pembentukan unit usaha khusus di internal perusahaan kereta api menjadi alasan utama pembagian tugas pembangunan hunian vertikal tersebut. Kapasitas unit yang disediakan menyasar segmentasi pasar menengah ke bawah dengan harga yang kompetitif.

"Jadi yang melakukan (pembangunan) adalah KAI sendiri. Karena KAI memiliki, membentuk KAI Property untuk ini. Dan yang kita bangun baru 8 tower, kurang lebih 5.000 unit hunian berupa apartemen yang terjangkau," tambahnya.

Spesifikasi teknis unit hunian juga menjadi perhatian, di mana direksi menginstruksikan agar luas bangunan tetap mengedepankan aspek kelayakan tinggal. Minat calon pembeli diklaim sudah cukup tinggi meskipun proyek ini baru memasuki tahap persiapan penandatanganan kesepakatan.

"Jadi kita upayakan di atas 40 meter per persegi. Jadi lebih layak buat rakyat dengan harga yang jauh lebih murah. Pembeli yang minat sudah banyak," jelas Nixon.

Konsep pembangunan ini mengadopsi sistem pengembangan kawasan terintegrasi transportasi atau Transit Oriented Development (ToD). Selain di Jakarta, model hunian yang menyatu dengan stasiun kereta api ini juga akan diperluas ke kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

"Beberapa kota besar di dunia, saya terakhir melihat di Kyoto, stasiun kereta api itu nyatu dengan hunian, dan itu biasa. Jadi bukan barang baru. Cuma saya titip sedikit saja ke Kereta Api, tolong luas meterannya jangan terlalu sempit. Jadi ukurannya 45 dan 54 meter persegi dengan harga yang sangat terjangkau," pungkas Nixon.