BTN Wujudkan Rumah Impian Lewat 6 Juta KPR

Sedang Trending 1 jam yang lalu

INFO TEMPO - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan kinerja impresif dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per kuartal I/2026, seiring transformasi bisnis, inovasi layanan, serta dukungan kuat pemerintah terhadap sektor pembiayaan perumahan nasional.

Sejalan dengan capaian tersebut, BTN juga mempertegas komitmennya dalam mewujudkan rumah impian masyarakat melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang telah mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026, dengan total nilai Rp530 triliun. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah kepada masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah dihuni empat orang, maka sekitar 24 juta orang kini dapat menikmati hunian layak. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah yang menjadikan sektor perumahan sebagai prioritas nasional. Hal ini tidak hanya memperkuat kinerja bisnis BTN secara berkelanjutan dan sesuai prinsip GCG, tetapi juga mendorong kami untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat,” ujar Nixon.

Ia menambahkan, sektor perumahan memiliki multiplier effect besar bagi perekonomian nasional. Selain bersifat padat karya, sektor ini juga didukung hingga 90 persen bahan baku lokal serta berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui pajak. “Sektor ini mampu membuka peluang kerja bagi 12,5 juta orang dan setiap tambahan investasi Rp1 triliun dapat menyerap hingga 8.000 tenaga kerja,” jelasnya.

Dari sisi kinerja, BTN mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp400,63 triliun atau tumbuh 10,3 persen yoy. Kredit KPR Subsidi mencapai Rp193,55 triliun (naik 7,7 persen yoy), sementara KPR Non-Subsidi sebesar Rp112,56 triliun (tumbuh 5,4 persen yoy). Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 9,9 persen yoy menjadi Rp422,63 triliun, dengan rasio CASA mencapai 50,2 persen atau sebesar Rp212,11 triliun.

Efisiensi pendanaan turut membaik dengan cost of fund (CoF) turun ke level 3,0 persen dari sebelumnya 4,0 persen. Kondisi ini mendukung pertumbuhan aset BTN yang naik 10,5 persen yoy menjadi Rp517,54 triliun. Secara keseluruhan, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun per kuartal I/2026.

“Kinerja positif ini juga didukung oleh Danantara Indonesia dan BP BUMN yang terus mendorong BTN menjalankan perannya sebagai motor penggerak pembiayaan perumahan nasional sekaligus memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham,” tambah Nixon.

Di sisi digital, aplikasi bale by BTN mencatatkan pertumbuhan pengguna yang signifikan, naik 67,5 persen yoy menjadi 4 juta pengguna. Peningkatan ini turut didorong oleh berbagai aktivitas gaya hidup, termasuk penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang berkontribusi pada lonjakan transaksi dan adopsi layanan digital.

BTN pun optimistis dapat terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan jumlah pengguna bale hingga 5 juta pada tahun ini, seiring komitmen perusahaan menghadirkan kemudahan akses perbankan bagi masyarakat luas.(*)