PPSU Hampir Kehilangan Motor saat Sapu Jalan, Maling Kepergor Lalu Pukuli Korban

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi pencurian sepeda motor. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menjadi korban dugaan aksi begal di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari Stasiun Pasar Minggu Baru dan sempat ramai di media sosial.

Dalam video yang beredar, korban terlihat dipukuli pelaku saat berusaha mengejar mereka. Aksi itu disebut terjadi pada pagi hari ketika korban sedang bekerja.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi terkait dugaan tindak pidana tersebut. Motor korban diketahui tidak berhasil dibawa kabur pelaku.

“Kejadian dugaan tindak pidana percobaan pencurian sepeda motor,” ujar Anggiat saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

Peristiwa itu terjadi di depan toko buah di Jalan Raya Pasar Minggu, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/4) sekitar pukul 05.40 WIB.

Korban diketahui bernama Nasri (52), seorang petugas PPSU yang tinggal di kawasan Pejaten Timur.

Anggiat menjelaskan, kejadian bermula saat korban sedang menyapu jalan dan memarkir sepeda motornya di depan toko buah. Tak lama kemudian, korban melihat salah satu pelaku mencoba mengambil motornya.

“Korban bekerja sebagai PPSU dan sedang menyapu di Jalan Raya Pasar Minggu kelurahan Pejaten Timur dan memarkir sepeda motornya di depan toko buah. Kemudian sekitar jam 05.40 WIB korban melihat salah satu pelaku dengan mengendarai sepeda motor Beat warna putih merah mencoba duduk di sepeda motor korban dan korban langsung meneriaki maling,” ujarnya

Anggiat menjelaskan petugas tersebut mengalami luka pada bagian wajah usai dipukuli pelaku.

“Kemudian ke 2 pelaku langsung kabur setelah itu pelaku kembali dan terjadi pemukulan terhadap korban sehingga korban mengalami luka pada bagian wajah,” jelasnya.

Polisi melakukan penyelidikan kasus ini. Petugas sudah melakukan olah TKP hingga menggali informasi.

Selain itu, korban juga telah diarahkan untuk membuat laporan polisi. Namun hingga saat ini, korban belum melapor karena masih dalam kondisi sakit.

“Korban sampai saat ini belum bersedia membuat laporan polisi, karena masih dalam keadaan sakit,” tutup Anggiat.