Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menargetkan persediaan beras nasional mencapai angka 5 juta ton dalam sepuluh hari ke depan setelah posisi stok tercatat menyentuh 4,7 juta ton pada Senin, 13 April 2026.
Dilansir dari Money, lonjakan volume cadangan pangan ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi pemerintah Indonesia dalam memitigasi potensi fluktuasi harga akibat dampak konflik geopolitik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data yang dihimpun, capaian stok saat ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 352,3 persen jika dikomparasikan dengan periode April 2024 yang hanya berada pada level 1,04 juta ton.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi atas kinerja penyerapan produk domestik yang dinilai mampu meminimalkan ketergantungan pada komoditas impor.
"Stok Bulog 4,7 juta ton. Ini sangat bagus," ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menanggapi pencapaian cadangan pangan tersebut.
Meskipun jumlah ketersediaan melimpah, keterbatasan infrastruktur penyimpanan menjadi kendala lantaran kapasitas gudang milik Bulog saat ini hanya mampu menampung 3 juta ton beras dari total stok yang ada.
Guna mengatasi selisih volume sebesar 1,7 juta ton, pihak Bulog saat ini memanfaatkan fasilitas gudang sewaan agar seluruh komoditas tetap tersimpan dengan standar keamanan pangan yang terjaga.
Di sisi lain, stabilitas harga gabah di tingkat produsen dilaporkan masih terjaga pada kisaran Rp 6.500 per kilogram, yang merujuk pada regulasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2026.
Selain pemenuhan kebutuhan domestik, Pemerintah Indonesia juga merespons rencana permintaan ekspor dari Malaysia yang membutuhkan pasokan beras sekitar 200.000 ton untuk memenuhi kebutuhan negara tetangga tersebut.
Manajemen Bulog telah mengutus salah satu jajaran direksinya ke Malaysia guna melakukan penjajakan intensif terkait realisasi ekspor demi memperluas jangkauan pasar beras Indonesia di kancah internasional.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·