Bupati Merangin M. Syukur menginstruksikan Satuan Tugas Penanganan Banjir untuk memprioritaskan penyaluran bantuan sosial dan perbaikan infrastruktur mendesak dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Merangin pada Senin (4/5/2026). Langkah ini diambil guna menangani dampak banjir luapan Sungai Batang Tembesi yang merendam sejumlah desa sejak akhir April lalu.
Data Pemerintah Kabupaten Merangin mencatat kerusakan parah terjadi di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, di mana 10 dari 80 rumah terdampak dilaporkan hanyut terseret arus. Selain itu, akses transportasi warga dan pelajar terputus total akibat robohnya jembatan gantung utama di wilayah tersebut.
Bupati M. Syukur menegaskan komitmen pemerintah dalam mencari solusi pendanaan guna memulihkan kondisi masyarakat di tengah keterbatasan APBD. Penanganan fokus pada penyediaan air bersih dan pembangunan kembali akses jalan di titik-titik terisolasi.
"Kita harus cari jalan keluar di tengah keterbatasan ini demi masyarakat," tegas M. Syukur, Bupati Merangin.
Selain upaya birokrasi, Bupati secara langsung memberikan santunan pribadi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa warga. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.
"Ini berkaitan dengan sosial kemanusiaan. Apa yang bisa kita bantu, kita dahulukan," sebut M. Syukur, Bupati Merangin.
Gubernur Jambi Al Haris turut meninjau langsung lokasi bencana di Kecamatan Pamenang Selatan pada Sabtu (2/5/2026) malam. Ia mengimbau pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat agar alokasi dana dari tingkat provinsi dan pusat dapat segera dicairkan.
"Saya minta Pemerintah Kabupaten Merangin segera tetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan itu, bantuan provinsi dan pusat bisa cepat digelontorkan. Kita bagi tugas: mana yang kabupaten, mana provinsi. Kalau perlu, libatkan pusat," tegas Al Haris, Gubernur Jambi.
Dalam kunjungannya, Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam untuk mencegah banjir serupa di masa mendatang. Ia mengaitkan bencana ini dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
"Selain alam, ada dampak aktivitas manusia seperti kerusakan sungai dan penebangan hutan. Ini perhatian kita bersama," tambah Al Haris, Gubernur Jambi.
Guna mengatasi hambatan akses sekolah bagi anak-anak di Desa Pulau Bayur, Pemerintah Provinsi Jambi menjanjikan pengadaan sarana penyeberangan sementara. Rencana pembangunan jembatan permanen yang lebih kuat juga mulai dicanangkan.
"Anak-anak harus tetap belajar. Sementara jembatan belum dibangun, perahu gratis akan kami sediakan," kata Al Haris, Gubernur Jambi.
Al Haris mengingatkan warga untuk tetap tegar dalam menghadapi ujian ini sambil melakukan introspeksi diri. Ia berharap musibah ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap ekosistem sungai.
"Musibah seperti ini diatur oleh Allah. Mari kita tetap sabar, berserah diri kepada-Nya, dan jadikan ini momentum introspeksi. Ini bisa jadi ujian atau peringatan. Yang penting, bersyukur, sabar, dan jaga alam bersama," ungkap Al Haris, Gubernur Jambi.
Sebagai langkah jangka panjang, Gubernur menyatakan fokus perbaikan akan beralih pada fasilitas umum dan rumah-rumah yang rusak berat. Tujuannya agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman seperti sedia kala.
"Setelah ini, fokus perbaiki fasilitas umum dan rumah rusak agar masyarakat kembali normal, aman, dan nyaman," lanjut Al Haris, Gubernur Jambi.
Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat sudah melalui koordinasi dengan Forkopimda. Berdasarkan laporan Antara, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan pokok berupa beras, gula, dan obat-obatan.
"Pemerintah telah menggelar rapat bersama Forkopimda dan menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat pemulihan desa," kata Abdul Khafidh, Wakil Bupati Merangin.
Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini tengah memproses usulan pembangunan jembatan baru di lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari terjangan arus sungai di masa depan. Hal ini sesuai dengan aspirasi warga yang khawatir akan adanya banjir susulan.
"Aspirasi masyarakat agar jembatan ini dibangun baru di lokasi yang lebih tinggi dari kondisi sekarang akan kami teruskan untuk penanganan lebih lanjut agar tidak terulang lagi," kata Abdul Khafidh, Wakil Bupati Merangin.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·