Bursa Saham AS Melemah dari Rekor Tertinggi Menjelang Respons Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Bursa saham Amerika Serikat mengalami pelemahan dari level rekor tertingginya pada perdagangan Kamis (7/5/2026) seiring langkah pelaku pasar yang menantikan respons Iran terhadap proposal pembukaan Selat Hormuz. Kondisi pasar modal tersebut juga dipengaruhi oleh kewaspadaan investor terhadap laporan laba perusahaan serta fluktuasi harga minyak mentah global, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,4 persen yang didominasi oleh pelemahan pada sektor energi dan material, sementara Nasdaq 100 mengalami koreksi tipis sebesar 0,1 persen. Di saat yang sama, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik ke level US$95 per barel menyusul laporan ledakan di dekat kota pelabuhan strategis Bandar Abbas.

Manajer portofolio GuideStone, Josh Chastant, menyoroti ketegangan geopolitik yang masih membayangi sentimen pasar meskipun kinerja korporasi secara umum menunjukkan hasil yang sangat positif.

"Semua orang sangat menantikan deeskalasi" ujar Josh Chastant, Manajer Portofolio GuideStone.

Chastant menambahkan bahwa meskipun harga minyak telah melandai dari titik tertingginya, posisinya masih jauh di atas level sebelum konflik pecah sehingga memicu kekhawatiran terkait beban biaya energi jangka panjang.

"musim laporan laba kali ini menjadi salah satu yang terbaik." kata Josh Chastant, Manajer Portofolio GuideStone.

Optimisme terhadap sektor teknologi tetap terjaga dengan adanya proyeksi kenaikan indeks yang didorong oleh pertumbuhan laba saham berkapitalisasi besar. Strategis Evercore ISI, Julian Emanuel, memberikan pandangan mengenai potensi penguatan indeks S&P 500 di tengah tren kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang.

“Kami melihat ruang kenaikan lebih lanjut pada S&P 500 yang dipimpin sektor teknologi hingga 7.750, bahkan bisa mencapai 9.000 jika optimisme publik benar-benar meningkat,” tulis Julian Emanuel, Strategis Evercore ISI.

Emanuel menjelaskan bahwa kolaborasi teknologi antara perusahaan AI dan sektor antariksa, serta performa kuat sektor semikonduktor, menjadi mesin utama penggerak pasar. Ia juga memantau strategi efisiensi tenaga kerja yang diterapkan perusahaan teknologi besar dalam meningkatkan produktivitas melalui integrasi AI.

"pengurangan tenaga kerja berbasis AI tersebut mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengganggu eksekusi bisnis," kata Julian Emanuel, Strategis Evercore ISI.

Di sektor korporasi, pergerakan saham terpantau variatif dengan saham Whirlpool Corp yang merosot 12 persen akibat penurunan prospek laba, sementara Warby Parker Inc dan Datadog Inc justru melesat setelah melampaui estimasi pasar. Investor kini mulai mengalihkan fokus pada data tenaga kerja yang akan dirilis untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS.

Ekonom dari Bank of America, Stephen Juneau, memberikan analisis mengenai kondisi pasar tenaga kerja saat ini yang dianggap masih memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang terkontrol.

"Pasar tenaga kerja yang stabil namun tidak memicu inflasi menawarkan titik terang bagi The Fed," tulis Stephen Juneau, Ekonom AS Bank of America.

Data dari Challenger, Gray & Christmas Inc menunjukkan adanya kenaikan angka pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, klaim tunjangan pengangguran mingguan secara umum masih berada pada level yang relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.